Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Buku Jejak-Jejak Berpijak Jadi Kajian Subuh di Masjid Faqih Oesman Unmuh Gresik

Iklan Landscape Smamda
Buku Jejak-Jejak Berpijak Jadi Kajian Subuh di Masjid Faqih Oesman Unmuh Gresik
Najib Sulhan menyerahkan buku "Jejak-Jejak Berpijak" kepada takmir Masjid Faqih Oesman Unmuh Gresik. (Istimewa/PWMU.CO)

Suasana khusyuk dan penuh antusias tampak di Masjid Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik, Sabtu (18/04/2026). Usai menunaikan salat Subuh, sekitar 200 jamaah tidak beranjak pulang. Mereka hanya bergeser posisi duduk untuk mengikuti kajian Subuh yang disampaikan oleh Najib Sulhan, dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Mayoritas jamaah yang berusia di atas 40 tahun terlihat serius menyimak materi yang disampaikan. Pada kesempatan tersebut, Najib Sulhan memperkenalkan buku terbarunya berjudul “Jejak-Jejak Berpijak” yang dijadikan sebagai bahan kajian berkelanjutan, sesuai harapan takmir masjid.

“Alhamdulillah, buku Jejak-Jejak Berpijak sudah selesai. Buku ini kami siapkan sebagai bahan kajian berkelanjutan. Rasulullah meninggalkan jejak-jejak bagi umatnya yang diabadikan dalam Al-Qur’an dan hadits. Dua sumber inilah yang harus menjadi pijakan hidup umat Islam,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Najib menjelaskan bahwa buku tersebut mengulas tiga dosa besar yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw kepada para sahabat, yakni syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan berkata dusta. Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan dalam Al-Qur’an.

“Tiga dosa besar itu selaras dengan pesan Luqman dalam Surah Luqman ayat 13 hingga 16. Pertama, larangan berbuat syirik. Kedua, perintah berbakti kepada orang tua. Ketiga, berbuat ihsan. Allah Maha Mengetahui setiap amalan manusia dan semua akan mendapatkan balasan, sehingga manusia tidak boleh berbohong,” jelasnya.

Najib juga mengajak jamaah untuk merenungkan kunci keberhasilan Luqman dalam mendidik anaknya. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari hikmah yang diberikan Allah berupa rasa syukur.

“Kunci utama Luqman dalam mendidik anaknya adalah rasa syukur. Syukur menjadi pintu segala kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Luqman ayat 12,” ungkapnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia kemudian mengutip makna ayat tersebut bahwa siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan siapa yang kufur, maka Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Lebih lanjut, Najib menjelaskan bahwa syukur merupakan bagian dari tauhid uluhiyah, yakni bentuk penghambaan kepada Allah. Syukur juga menjadi wujud kesadaran bahwa seluruh nikmat yang dirasakan manusia merupakan manifestasi kasih sayang Allah, baik dalam sifat rahman maupun rahim-Nya, yang berkaitan dengan pemahaman tauhid rububiyah.

Untuk memperkuat pemahaman jamaah, Najib menghadirkan berbagai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkannya dengan makna syukur dalam Surah Al-Fatihah.

Kajian Subuh ini tidak hanya menjadi forum menimba ilmu, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran spiritual jamaah melalui pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai tauhid dan syukur dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 19/04/2026 13:45
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡