SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) menyelenggarakan pelatihan intensif bagi seluruh Ustadz dan Ustadzah guru BTQ dalam upaya meningkatkan pembelajaran BTQ di SD Mumtaz.
Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari, yakni dimulai pada hari Senin, 30 Maret 2026 hingga Kamis, 2 April 2026.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan ustadz dan ustadzah SD Mumtaz dalam hal Makharijul Huruf, Tajwid dan juga meningkatkan keahlian dalam hal mengajar.
“Untuk meningkatkan keterampilan ustadz dan ustadzah maka kami pilih tiga materi yang dibagi menjadi tiga tingkat yakni dasar, menengah, dan utama sebagai pondasi. maka dari itu, Pelatihan ini mengusung 3 materi yakni Fashohah dan Makharijul Huruf, Materi Tajwid dan Microteaching.” Ungkap Muhammad Nabil Lubbi selaku Koordinator Guru BTQ.
Ia juga menambahkan, pelatihan ini juga sebagai langkah strategis sekolah dalam memperkuat kompetensi guru sekaligus bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran BTQ dan menjadikan siswa dan siswi SD Mumtaz mahir dalam pembelajaran al-Quran.
“Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi ustadz- ustadzah supaya siswa dan siswi SD Mumtaz menjadi anak-anak tidak hanya sekedar mahir dalam membaca al-Quran tetapi juga mampu memahami Makharijul Huruf dan Tajwid nya dengan benar,” tegasnya.
Di hari pertama materi di sampaikan oleh Rachmawati, S.Pd. selaku Kepala Urusan Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yaitu Fashohah dan Makharijul Huruf. Pelatihan ini menjadi dasar utama dalam membaca al-Quran.
Membaca al-Quran tidak mampu dikatakan sempurna apabila masih salah dalam pengucapan huruf-hurufnya.
Dengan adanya pelatihan ini agar ustadz- ustadzah lebih sempurna lagi dalam hal makharijul huruf. Sebagai narasumber beliau menekankan bahwa makharijul huruf menjadi pondasi dan landasan dasar seseorang dalam belajar al-Quran.
“Jika diawal saja sudah salah dalam melafalkan hurufnya, maka seterusnya anak-anak akan tetap salah dalam melafalkan huruf dalam al-Quran,” ujarnya.
Tak kalah menarik, pada hari pertama ini banyak sekali gebrakan baru bagi guru BTQ SD Mumtaz. Tak hanya Makharijul Huruf dqn Fashohah, namun diberikan tambahan materi yaitu Sifatul Huruf.
Dengan adanya materi ini harapan besar terhadap ustadz -ustadzah agar mampu lebih memahami kembali bahwa setiap huruf dalam al-Quran memiliki sifatnya masing-masing.
pada hari kedua, materi yang diberikan adalah materi tajwid. materi ini menjadi lanjutan dalam hal menyempurnakan membaca al-Quran.
Pada materi ini menghadirkan narasumber Bella Swestikasari, S.Hum., yang dimana beliau sangat berkompeten dalam hal tajwid.
Dalam pemaparannya, Bella Swestikasari menegaskan bahwa materi tajwid ini adalah materi lebih sulit lagi bagi anak anak. beliau mengatakan bahwa siswa dan siswi jika belajar tajwid seperti berada di dalam hutan yang rimba.
“Ibarat siswa dan siswi ini berada di hutan yang rimba, mereka perlu dibimbing secara perlahan dan tepat agar bisa melewatinya,” ungkapnya.
Karena hal itu, materi Tajwid ini diajarkan pada siswa dan siswi tidak hanya secara teori saja melainkan dengan gerakan interaktif agar siswa dan siswi tidak mengalami kesulitan dalam belajar materi Tajwid.
Tak hanya itu, peran Ustadz dan Ustadzah disini sangat penting karena dalam memberikan materi Tajwid kepada siswa siswi tidak bisa dengan kaku melainkan dengan interaktif, menyenangkan tapi serius.
Kegiatan ini ditutup dengan praktik microteaching sebagai bentuk evaluasi dalam pelatihan ini. Dalam hal ini, Ustadz dan Ustadzah melaksanakan microteaching secara bergantian.
Tidak hanya itu, setelah selesai praktik, peserta lain dipersilahkan untuk memberikan kritik dan saran yang membangun untuk meningkatkan kembali kompetensi bagi Ustadz dan Ustadzah.
Dengan peningkatan kompetensi Guru BTQ, SD Mumtaz sangat optimis siswa dan siswi nya mampu membaca al-Quran.
Tidak hanya sekedar mampu, melainkan juga sempurna dalam melafalkan dan melantunkan ayat suci al-Quran.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments