Upaya meningkatkan kreativitas guru di era digital terus Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Jawa Timur lakukan melalui workshop bertema konten edukatif di era digital pada Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan yang terhadiri ratusan guru PAUD Aisyiyah se-Jawa Timur tersebut menghadirkan narasumber seorang guru sekaligus konten kreator pendidikan yang aktif membagikan inspirasi pembelajaran melalui platform digital.
Workshop berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang tinggi sejak awal kegiatan.
Para guru tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga praktik membuat konten edukatif sederhana yang menarik dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah.
Buka Wawasan, Adaptasi Perkembangan
Ketua Panitia Workshop, Eulis Su’adah SAg MPd, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan membuka wawasan guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan karakter.
Menurutnya, media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini.
Bertempat di aula Mas Mansur, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang berlokasi di Kertomenanggal Surabaya, kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB.
Peserta terdiri dari perwakilan Pimpinan Daerah (PD) IGABA dari masing–masing kabupaten di Jawa Timur.
Lengkap berseragam batik biru khas seragam IGABA, 352 peserta siap mengikuti workshop yang menghadirkan salah satu konten kreator yang cukup punya nama di media sosial.
Miftah Farid SPd atau Kak Fafa selaku narasumber tunggal dalam acara workshop kali ini disambut dengan meriah oleh peserta workshop.
Ada dua sesi materi yang ia sampaikan pada kesempatan tersebut, yaitu merancang pembelajaran yang menyenangkan dan materi pembuatan konten edukatif.
Dalam pemaparannya, pria yang berprofesi sebagai guru PAUD di salah satu TK yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah ini menjelaskan bahwa guru saat ini dituntut kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Menurutnya, konten edukatif yang terkemas menarik mampu meningkatkan perhatian anak sekaligus mempererat komunikasi antara sekolah dan wali murid.
“Konten yang dibuat tidak hanya diperuntukkan bagi anak di kelas saja tapi juga untuk ruang belajar orang tua sat di rumah bahkan bisa menjadi media belajar bagi siapa saja yang berselancar di dunia maya” tuturnya.
Tekankan Pentingnya Growth Mindset
Lebih lanjut, Miftah Farid juga menegaskan bahwa penting bagi guru untuk memiliki growth mindset atau pola pikir bertumbuh.
“Guru harus memiliki pola pikir bertumbuh dan bukan hanya mengajar di ruang kelas saja, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi melalui media sosial” terang Kak Fafa.
“Konten sederhana tentang kegiatan belajar, eksperimen kecil, maupun permainan edukatif dapat memberi dampak positif bagi banyak orang. Siapa tau dari konten tersebut bisa mendatangkan cuan bagi guru suatu saat nanti” ujar pria kelahiran Kudus, 17 januari 1997 itu sambil tersenyum.
Di samping itu, peserta juga memahami teknik dasar membuat video pendek edukasi, mulai dari pengambilan gambar, pencahayaan, hingga penyusunan narasi yang komunikatif.
Tak sedikit guru yang mengaku termotivasi untuk mulai membuat konten pembelajaran kreatif sebagai sarana berbagi praktik baik di sekolah masing-masing.
“Konsisten dalam membuat konten, memahami dengan konsep materi yang akan disampaikan, dan menyediakan waktu untuk mengerjakannya” serunya.
Selain menambah keterampilan digital, workshop ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antarguru PAUD Aisyiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Melalui workshop tersebut, IGABA Jawa Timur berharap para guru semakin percaya diri memanfaatkan teknologi secara positif serta mampu menghadirkan pembelajaran kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sehingga pendidikan anak usia dini dapat terus berkembang secara inovatif dan menyenangkan.





0 Tanggapan
Empty Comments