Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar lembut dari pelataran Masjid Darul Falah Pelangwot setiap Sabtu sore. Sejak tahun 2023, Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Pelangwot Laren secara konsisten menggelar kegiatan Tahsin sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi para anggotanya.
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan menjadi penolong bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Makna mendalam dari hadis tersebut relevan dengan poin kedua dari 10 Komitmen Kader Nasyiatul Aisyiyah. Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Pelangwot Laren yang diketuai Iftihatur Rofi’ah melaksanakan kegiatan Tahsin secara rutin setiap Sabtu sore sejak tahun 2023 hingga sekarang. Ia menjadi support system di setiap kegiatan PRNA Pelangwot.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Irma Lutfia Agustini dari Departemen Dakwah PRNA Pelangwot. Ia mengajar Tahsin dengan metode Ummi yang memiliki jargon “mudah, menyenangkan, menyentuh hati.” Selain aktif berorganisasi, Irma juga mengajar di TPQ Darul Falah Pelangwot, menjadi guru Al-Qur’an kelas daring dengan murid dari berbagai kota, serta menjadi mentor di Komunitas Ngabar Muslimah yang diprakarsai oleh Zum’atun Kholifah.
“Dalam belajar tahsin tidak boleh malu walaupun umur sudah tua. Selama masih ada kesempatan, haruslah tetap semangat belajar Al-Qur’an,” tutur Irma.
Ia menambahkan, “Berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Allah menjanjikan dua pahala bagi yang terbata-bata membaca Al-Qur’an, yaitu satu karena bacaannya dan satu lagi karena kesulitannya. Serta Al-Qur’an memiliki potensi menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat kelak.”
Kegiatan Tahsin tidak hanya dilaksanakan di dalam ruangan, tetapi juga di luar ruangan, seperti di pelataran Masjid Darul Falah Pelangwot yang sejuk dan asri. Kegiatan biasanya berlangsung sejak pukul 15.30 (ba’da Asar) hingga 17.00 (menjelang Magrib). Cara mengajar Irma yang luwes namun tegas membuat kegiatan ini berjalan istiqamah.
Antusiasme anggota PRNA Pelangwot yang mayoritas ibu rumah tangga cukup tinggi. Mereka senantiasa memegang teguh visi Nasyiatul Aisyiyah, yaitu terbentuknya putri Islam yang berarti bagi keluarga, bangsa, dan agama menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Dengan belajar tahsin, para Ayunda Nasyiah — sebutan untuk anggota Nasyiatul Aisyiyah — dapat memperbaiki makhrajul huruf dan bacaan Al-Qur’an, sekaligus mengajarkannya kepada anak-anak mereka. Tahsin berarti memperbaiki bacaan Al-Qur’an, baik dari segi makhrajul huruf maupun sifat hurufnya.
Tidak ada kata terlambat dalam belajar selama masih ada nikmat, yaitu nikmat sempat dan nikmat sehat. Kegiatan ini menjadi bentuk syukur atas segala karunia yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Sebab sejatinya, dunia adalah tempat bercocok tanam kebaikan dan menebar cahaya amalan sebagai pemberat mizan (timbangan) di akhirat kelak. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments