Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tips Mudik Hemat BBM dari Dosen UMM, Terapkan Eco Driving

Iklan Landscape Smamda
Tips Mudik Hemat BBM dari Dosen UMM, Terapkan Eco Driving
Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan Ammar Putra, ST., MT. Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menekankan pentingnya penerapan eco driving bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran agar lebih hemat bahan bakar.

Selain membantu menekan konsumsi BBM, gaya berkendara ini juga dinilai mampu mengurangi emisi kendaraan hingga mendekati 50 persen, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.

Eco Driving Tekan Konsumsi BBM

Dosen Program Studi Teknik Mesin UMM, Fauzan Ammar Putra, ST., MT., menjelaskan bahwa eco driving merupakan cara mengoperasikan kendaraan dengan menjaga performa mesin tetap optimal.

Menurutnya, pengemudi perlu memperhatikan pola berkendara agar sistem pembakaran bekerja secara efisien, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh seperti mudik.

“Eco driving pada dasarnya adalah cara mengoperasikan kendaraan agar kerja mesin dan sistem pembakaran tetap optimal. Dengan menjaga putaran mesin di rentang ideal, konsumsi bahan bakar bisa ditekan dan pembakaran menjadi lebih efisien,” jelasnya.

Jaga Kecepatan Stabil dan Hindari Akselerasi Agresif

Dalam praktiknya, menjaga kecepatan tetap konstan menjadi kunci utama dalam menghemat bahan bakar. Fauzan menyebut lonjakan konsumsi BBM paling besar terjadi saat kendaraan melakukan akselerasi secara agresif.

“Konsumsi bahan bakar terbesar terjadi ketika kendaraan berakselerasi. Karena itu, pengemudi sebaiknya menjaga laju tetap stabil dan menghindari perubahan kecepatan yang drastis agar mesin tidak bekerja terlalu berat,” ujarnya.

Perhatikan Penggunaan Transmisi dan RPM

Selain kecepatan, penggunaan transmisi yang tepat juga berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar. Menahan gigi rendah terlalu lama dapat membuat putaran mesin tinggi dan boros BBM.

Sebaliknya, perpindahan gigi pada waktu yang tepat akan membantu menjaga keseimbangan antara tenaga dan efisiensi kendaraan.

Fauzan juga menekankan pentingnya menjaga Revolutions Per Minute (RPM) dalam batas ideal. RPM yang terlalu tinggi akan meningkatkan konsumsi bahan bakar, sementara RPM terlalu rendah membuat mesin bekerja lebih berat.

Hindari Buka Jendela Saat Berkendara

Kebiasaan membuka jendela saat berkendara juga menjadi perhatian, karena dapat memengaruhi aerodinamika kendaraan.

Menurut Fauzan, kondisi tersebut akan meningkatkan hambatan udara sehingga mesin harus bekerja lebih keras dan berdampak pada pemborosan bahan bakar.

SMPM 5 Pucang SBY

“Lebih baik menggunakan AC dengan pengaturan yang bijak, termasuk memanfaatkan mode resirkulasi udara. Saat kaca dibuka, hambatan udara meningkat dan mesin harus bekerja lebih keras, sehingga bahan bakar menjadi lebih boros,” terangnya.

Jaga Ritme Berkendara dan Keselamatan

Meski kondisi lalu lintas tidak selalu ideal, pengemudi tetap dapat menerapkan eco driving dengan menjaga ritme berkendara yang stabil dan tidak tergesa-gesa.

“Walaupun kondisi lalu lintas tidak selalu ideal, pengemudi tetap bisa mengontrol gaya berkendara. Hindari menekan pedal gas secara mendadak dan usahakan ritme kendaraan tetap stabil agar efisiensi bahan bakar tetap terjaga,” katanya.

Selain efisiensi, eco driving juga berkontribusi terhadap keselamatan berkendara karena gaya mengemudi yang halus membuat pengemudi lebih antisipatif terhadap situasi di jalan.

Perhatikan Beban Kendaraan Saat Mudik

Fauzan turut mengingatkan pentingnya memperhatikan beban kendaraan saat mudik. Muatan berlebih dapat meningkatkan kerja mesin serta risiko overheat.

Ia menyarankan agar pengemudi tidak membawa barang berlebihan dan memastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan.

“Beban berlebih akan meningkatkan kerja mesin dan risiko overheat. Jika memungkinkan, sebagian barang bisa dikirim melalui jasa ekspedisi agar kendaraan tidak kelebihan muatan,” ungkapnya.

Eco Driving untuk Perjalanan Lebih Bijak

Di akhir, Fauzan menegaskan bahwa eco driving bukan sekadar upaya menghemat bahan bakar, tetapi juga bagian dari pola berkendara yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

“Dengan gaya berkendara yang halus, stabil, dan terkontrol, perjalanan mudik bisa menjadi lebih hemat, aman, dan sekaligus ramah lingkungan,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/03/2026 15:15
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu