Keterampilan hidup (life skill) menjadi bekal penting yang ditanamkan sejak dini kepada siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM). Pada Selasa (4/8/2026), seluruh siswa kelas II mengikuti kegiatan Life Skill Mencuci Baju yang dikoordinatori oleh Ustadzah Nurul Mahmudiyah, S.Pd. Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan penuh antusias.
Program life skill merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa secara bergantian dengan kegiatan renang. Melalui program ini, sekolah berupaya membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang akan mereka perlukan di masa depan, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Keterampilan Mencuci Baju
Koordinator Life Skill, Nurul Mahmudiyah, S.Pd., menjelaskan bahwa keterampilan mencuci baju secara manual tetap penting dikuasai anak-anak, meskipun saat ini banyak keluarga telah menggunakan mesin cuci.
“Mencuci baju dengan tangan menggunakan teknik kucek tetap dibutuhkan. Anak-anak perlu belajar membersihkan pakaian mereka sendiri, terutama apabila terkena najis atau kotoran tertentu. Khusus untuk anak perempuan, kelak mereka juga perlu memahami cara membersihkan pakaian yang terkena darah haid agar kembali suci. Selain itu, keterampilan ini akan sangat bermanfaat ketika mereka hidup mandiri, misalnya saat menempuh pendidikan di pondok pesantren atau tinggal jauh dari orang tua,” jelasnya.
Sebelum praktik dimulai, guru-guru kelas II terlebih dahulu mendemonstrasikan langkah-langkah mencuci baju menggunakan teknik kucek. Anak-anak diajak mengamati setiap tahapan, mulai dari mencelupkan pakaian ke dalam air, mengoleskan sabun pada bagian yang paling mudah kotor seperti kerah, ujung lengan, dan bagian belakang baju, kemudian menguceknya menggunakan kedua tangan hingga muncul busa. Setelah noda dianggap bersih, pakaian dibilas kembali menggunakan air bersih yang mengalir hingga sisa sabun benar-benar hilang.
Suasana praktik berlangsung meriah. Anak-anak tampak bersemangat mencoba setiap tahapan secara mandiri. Meski beberapa siswa mengaku baru pertama kali mencuci baju sendiri, mereka tetap antusias menyelesaikan tugasnya hingga selesai.
Abidah Azzalia Qairina Arifin (Azza) dari Kelas II Bumblebee, mengaku awalnya merasa kesulitan saat harus mengucek bajunya sendiri.
“Awalnya susah mengucek baju sendiri. Aku takut sabunnya tumpah. Tapi waktu busa sabunnya mulai keluar rasanya seru dan lembut,” ujarnya sambil tersenyum.
Semangat yang sama juga disampaikan oleh beberapa siswa lainnya. Mereka mengaku ingin mempraktikkan kembali keterampilan yang dipelajari di sekolah dengan membantu orang tua di rumah.
“Nanti saya mau membantu Mama mencuci baju di rumah,” ujar beberapa siswa dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan sederhana ini, SD Muhammadiyah Manyar ingin menghadirkan pengalaman belajar yang benar-benar dekat dengan kehidupan anak. Setiap gerakan mengucek baju, membilas hingga bersih, dan merapikan pakaian menjadi latihan kecil untuk menumbuhkan kemandirian, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap diri sendiri.
Harapannya, ketika suatu saat mereka harus hidup jauh dari orang tua, keterampilan yang dipelajari hari ini akan menjadi bekal berharga yang selalu mereka ingat dan praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments