Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

K3S Muhammadiyah Surabaya Bahas Mutu Pendidikan di SD Muhammadiyah 16, Inovasi Sekolah Inklusif Jadi Sorotan

Iklan Landscape Smamda
K3S Muhammadiyah Surabaya Bahas Mutu Pendidikan di SD Muhammadiyah 16, Inovasi Sekolah Inklusif Jadi Sorotan
Ely Rhodlifah kepala SD Muhammadiyah 16 (berdiri) saat sambutan tuan rumah acara rapat K3S Muhammadiyah Kota Surabaya di lantai 2 kampus 2 Sekolah Kreatif Baratajaya (4/8/2026) (Ahmad Mahmudi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 28 kepala SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya mengikuti Rapat Periodik Kelompok Kerja Kepala Sekolah/Madrasah (K3S) Muhammadiyah Kota Surabaya yang digelar di Kampus 2 SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Jalan Baratajaya II/40. Forum tersebut berlangsung hangat dengan semangat kolaborasi, diskusi, dan berbagi praktik baik demi meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah, Selasa (4/8/2026)

Suasana rapat terasa istimewa sejak pukul 09:00 WIB para peserta memasuki ruang pertemuan di lantai dua. Tepuk tangan para kepala sekolah mengawali rangkaian kegiatan yang menjadi wadah bertukar pengalaman sekaligus merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., mengatakan rapat periodik tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan kepala SD/MI Muhammadiyah di Kota Surabaya.

“Rapat periodik ini diikuti oleh 28 kepala SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Kami bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah sehingga dapat berbagi pengalaman sekaligus belajar bersama dari sekolah-sekolah lain,” ujar Ely sebelum acara dimulai.

Tepat pukul 09.30 WIB, kegiatan resmi dibuka oleh Sekretaris K3S Muhammadiyah Kota Surabaya, Norma Setyaningrum, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

Dalam sesi best practice, Ely memperkenalkan Kampus 2 SD Muhammadiyah 16 Surabaya beserta berbagai layanan pendidikan yang dikembangkan sekolah, khususnya pendidikan inklusif.

“Selamat datang Bapak dan Ibu Kepala Sekolah di Kampus 2 sekolah kami. Gedung tiga lantai ini kami lengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik, di antaranya kolam renang di lantai satu. Gedung ini juga menjadi ruang sumber sekaligus tempat terapi bagi siswa inklusi,” jelas Ely.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta didik memperoleh hak layanan pendidikan yang sama tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang mereka.

“Setiap siswa yang diamanahkan kepada kami akan kami layani secara maksimal tanpa terkecuali, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Saat ini kami memiliki 75  guru dan karyawan serta didukung sekitar 68 shadow teacher sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan,” ungkapnya.

Tak hanya berbagi tentang layanan pendidikan, Ely juga memperkenalkan budaya ramah lingkungan yang diterapkan sekolah.

“Kami juga berupaya menekan penggunaan sampah plastik. Karena itu, untuk konsumsi air minum kami menyediakan gelas yang dapat digunakan kembali sebagai bagian dari pembiasaan peduli lingkungan,” tambahnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Inovasi Pendidikan

Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS), Heru Tjahyono, mengajak para kepala sekolah untuk terus berinovasi menghadapi perubahan zaman yang semakin cepat.

“Perkembangan teknologi informasi bergerak sangat pesat. Disrupsi pendidikan menjadi salah satu dampak yang harus kita hadapi. Karena itu penyelenggara pendidikan harus berani, berani tampil berbeda, bahkan berani dianggap aneh. Kita harus mampu membangun branding sekolah yang inovatif,” ujar Heru.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, berbagai inovasi yang dahulu dianggap tidak lazim justru menjadi kebutuhan pendidikan pada masa sekarang.

“Di awal perjalanan sekolah ini banyak yang menganggap konsep kami aneh. Namun seiring waktu, apa yang dulu dianggap aneh justru menjadi jawaban bagi tantangan masa depan pendidikan,” katanya.

Heru juga menekankan pentingnya sikap terbuka dalam memimpin lembaga pendidikan.

“Kalau ingin maju, kita harus berani dikritik, berani berubah, terbuka terhadap pembaruan, tidak mudah tersinggung, legawa, dan mampu membaca peluang. Pemimpin pendidikan tidak boleh berhenti belajar,” tegasnya yang kembali disambut tepuk tangan peserta.

Ketua K3S Muhammadiyah Kota Surabaya, Priyo Sasongko, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan bahwa kualitas setiap sekolah Muhammadiyah turut menentukan citra Persyarikatan Muhammadiyah di mata masyarakat.

“Setiap sekolah yang kita pimpin menjadi pertaruhan reputasi Persyarikatan Muhammadiyah. Baik atau buruknya pelayanan pendidikan akan menjadi salah satu ukuran kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus menjaga kualitas layanan dan memperkuat kolaborasi antarlembaga.

“Mari kita terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan orang tua. Forum seperti ini bukan sekadar rapat rutin, tetapi ruang untuk saling belajar, saling menguatkan, dan menemukan solusi bersama demi kemajuan sekolah-sekolah Muhammadiyah,” kata Priyo.

Usai sambutan, seluruh peserta mengikuti diskusi periodik yang berlangsung interaktif. Berbagai persoalan pendidikan, strategi peningkatan mutu, hingga penguatan layanan sekolah menjadi topik yang dibahas bersama. Para kepala sekolah tampak aktif menyampaikan gagasan dan pengalaman masing-masing sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan Muhammadiyah di Surabaya.

Ely menjelaskan, rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB.

“Setelah forum diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah, ramah tamah, kemudian ditutup dengan harapan seluruh hasil diskusi dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan Muhammadiyah di Surabaya,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 04/08/2026 19:47
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu