
PWMU.CO – Pagi yang cerah menyambut pelaksanaan upacara bendera di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo (Smamuga), Senin (5/5/2025). Meski sinar matahari cukup menyengat, semangat siswa dan guru tidak kendur sedikit pun.
Bertempat di lapangan utama sekolah, seluruh peserta upacara berdiri tegak hingga penghujung kegiatan. Petugas upacara dari kelas XI A2 tampil prima, sukses menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Hal ini langsung mendapat apresiasi dari Kepala Smamuga, Hartatik SPd, dalam amanatnya. “Petugas upacara luar biasa hari ini. Tertib dan kompak,” ujarnya membuka sambutan.
Namun demikian, Hartatik juga memberikan catatan bagi peserta upacara yang belum sepenuhnya disiplin. “Masih ada yang atributnya kurang lengkap. Meski hanya satu orang, ini mempengaruhi nilai kedisiplinan keseluruhan. Yuk, kita perbaiki bareng-bareng supaya minggu depan bisa meraih predikat sangat baik,” pesannya.

Pembiasaan Positif Sejak Pagi
Hartatik juga mengingatkan pentingnya pembiasaan pagi yang menjadi ciri khas Smamuga. Mulai dari ngaji pagi, senam bersama, shalat Dhuha, hingga ngaji metode Ummi, semuanya terjadwal rapi dan wajib diikuti seluruh siswa.
“Ngaji pagi dimulai pukul 06.40 WIB. Jadi pastikan datang tepat waktu. Yang masih di luar gerbang saat bel masuk, otomatis tidak mengikuti kegiatan ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, kini pemantauan siswa saat pembiasaan lebih mudah karena cukup menggunakan ponsel. “Bapak Ibu guru bisa cek dari HP. Jadi, ayo, jangan main-main di kelas. Kegiatanmu bisa langsung terlihat,” ujarnya sambil tersenyum.
Syahadah Ummi Bekal Mengajar Al-Quran
Salah satu keistimewaan Smamuga adalah program ngaji metode Ummi yang menghasilkan Syahadah Ummi, sertifikat resmi yang dapat digunakan untuk mengajar al-Quran. “Di Sidoarjo, hanya dua SMA yang punya program ini, Smamuga dan SMA Nurul Huda Sedati,” ungkap Hartatik.
Dari 149 siswa kelas XI, sebanyak 46 orang dinyatakan lolos dan akan dikukuhkan pada 17 Mei 2025. “Tepuk tangan untuk mereka! Kelas XI Yang belum lolos saat ini, masih ada kesempatan di kelas XII, begitu juga kelas X, yakni di kelas XI mendatang, “ujarnya menyemangati.

Sedekah dan Shalat Ashar Jadi Pembiasaan Baru
Hartatik juga mengumumkan rencana pembiasaan baru mulai tahun ajaran depan: salat Ashar berjamaah untuk seluruh siswa sebelum pulang. “Tempatnya bisa di halaman timur musala. Yang penting dilaksanakan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak siswa membiasakan sedekah setiap hari Senin. “Cukup Rp 2000, ini bisa jadi tabungan akhirat kalian. Lebih dari itu malah lebih bagus,” katanya. Ia menambahkan, sedekah bisa menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan dan hambatan dalam hidup.
Mengakhiri amanatnya, Hartatik mengajak siswa untuk menjaga semangat dan terus berbenah. “Semoga dengan pembiasaan ini, kalian menjadi pribadi unggul yang siap menghadapi masa depan. Jangan remehkan hal-hal kecil. Karena dari kebiasaan baik, lahir generasi hebat,” tuturnya.(*)
Penulis Zulkifli Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments