Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun, Kabupaten Gresik menetapkan tujuh titik pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah guna memastikan ibadah berjalan tertib dan merata di tengah masyarakat.
Selain sebagai upaya mengurai kepadatan jamaah, penyebaran lokasi ini juga disiapkan dengan skema antisipasi cuaca agar pelaksanaan Salat Id tetap berlangsung khidmat dan kondusif.
Tujuh Titik Salat Id di Wilayah Dukun
Pelaksanaan Salat Id terpusat akan digelar di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Dukun dengan Ustadz Dr. Hasan Basri, M.Pd.I., Dekan PAI UMG, bertindak sebagai imam sekaligus khotib.
Selain lokasi utama, kegiatan juga tersebar di berbagai ranting Muhammadiyah di wilayah Dukun.
Di PRM Baron, Salat Id dilaksanakan di Lapangan Masjid Al-Ikhlash dengan Ustadz H. Munir Abbas sebagai imam dan khotib. Sementara di PRM Babaksari, kegiatan digelar di Halaman Masjid Nurul Yaqin yang dipimpin Ustadz Humaini Dhofir, Lc.
Untuk wilayah Sekargadung, jamaah akan melaksanakan Salat Id di Lapangan SDN Sekargadung dengan Ustadz Farid Dhofir, Lc., M.Si. sebagai imam dan khotib. Sedangkan PRM Mojopetung memilih Halaman Perguruan Muhammadiyah dengan Ustadz Afifuddin, S.E., M.M.
Di PRM Mentaras, Salat Id digelar di Lapangan Desa Rejosari dengan Ustadz Habib Sulhan sebagai imam dan khotib. Sementara PRM Sambogunung menempatkan pelaksanaan di Lapangan Sepak Bola Sambogunung yang dipimpin Ustadz Shodiqin, S.Ag., M.Pd.
Persiapan Panitia dan Koordinasi Teknis
Ketua PCM Dukun, Afifudin Aminin, menjelaskan bahwa seluruh tahapan persiapan telah dirancang secara sistematis melalui pembentukan panitia resmi dengan masa kerja hingga tiga tahun.
“Persiapan teknis sudah dimulai sejak dua pekan sebelum Idulfitri, termasuk publikasi kegiatan serta koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat,” ujarnya.
Selain itu, panitia bersama jajaran PCM juga menggelar kerja bakti menjelang hari pelaksanaan untuk memastikan kesiapan lokasi, mulai dari penataan area hingga pengaturan saf jamaah.
Antisipasi Cuaca dan Skema Cadangan
Menghadapi potensi cuaca yang tidak menentu, panitia telah menyiapkan skema alternatif agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar.
Jika terjadi hujan atau kondisi lapangan tidak memungkinkan, Salat Id akan dialihkan ke ruas jalan di sekitar lokasi utama yang telah disiapkan sebelumnya.
Diperkirakan Diikuti Ribuan Jamaah
Jumlah jamaah yang akan mengikuti Salat Id di wilayah Dukun diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang. Oleh karena itu, penyebaran titik pelaksanaan menjadi strategi penting untuk menjaga kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.
Dengan adanya pembagian lokasi, diharapkan jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih tertib tanpa terjadi penumpukan di satu titik.
Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Melalui pelaksanaan ini, PCM Dukun berharap Salat Id tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin pelaksanaan berjalan khidmat sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah,” tutup Afifudin.





0 Tanggapan
Empty Comments