Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik bersama Foskam SD/MI mulai mempersiapkan pelaksanaan TKA Ismuba 2026 melalui pendampingan penulisan soal bagi guru Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 Maret 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas evaluasi pembelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
TKA Ismuba Bukan Sekadar Ujian
Pengawas SD/MI Muhammadiyah Gresik, Ria Pusvita Sari, M.Pd., menegaskan bahwa TKA Ismuba bukan sekadar kumpulan soal, melainkan instrumen penting dalam menjaga kualitas literasi ideologi peserta didik.
Menurutnya, pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Islam tidak boleh berhenti pada hafalan semata, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“TKA adalah cermin sejauh mana anak-anak kita memahami Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab bukan hanya sebagai hafalan, tapi sebagai nafas kehidupan,” ujarnya.
Pendampingan Penulisan Soal Berbasis Nilai
Dalam kegiatan tersebut, para guru tidak hanya dibekali aspek teknis penulisan soal, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir soal.
Ria menekankan bahwa setiap soal memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan karakter siswa.
“Bapak dan Ibu, setiap butir soal yang kita rakit adalah doa dan hidayah yang sedang kita alirkan ke pikiran anak-anak kita,” ungkapnya.
Menggunakan Pendekatan SOLO Taxonomy
Proses penyusunan soal juga mengacu pada pendekatan SOLO Taxonomy yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa.
Para guru diajak memahami tahapan berpikir mulai dari prastruktural, unistruktural, hingga multistruktural, sebelum mencapai level yang lebih tinggi.
Fokus utama diarahkan pada level relational dan extended abstract, di mana siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep dengan realitas serta menarik kesimpulan yang lebih mendalam.
Mendorong Pemahaman Islam yang Kontekstual
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui konsep Islam secara teoritis, tetapi juga mampu memahami makna dan penerapannya dalam kehidupan.
Dengan demikian, pembelajaran Ismuba dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman pemikiran dan nilai spiritual yang kuat.
Ikhtiar Kolektif Membangun Pendidikan Muhammadiyah
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Muhammadiyah melalui Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik bersama Foskam SD/MI Gresik sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Antusiasme para guru dalam mengikuti pendampingan menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak generasi unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ria mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi para guru yang terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah Muhammadiyah.
Optimisme Menuju Pendidikan Berkualitas
Menurutnya, upaya ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari langkah strategis dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik.
Ia optimistis bahwa dengan komitmen yang kuat dari para pendidik, pendidikan Muhammadiyah di Gresik akan terus berkembang dan mencapai prestasi yang lebih gemilang.
“Kami sedang menenun masa depan. Kami sedang memastikan bahwa cahaya Ismuba tetap terang, tajam secara akademis, dan kokoh secara ideologis,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments