Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semarak Merah Putih Smamda, 18 Gen Adu Kreativitas dalam Lomba Menghias Mading

Iklan Landscape Smamda
Semarak Merah Putih Smamda, 18 Gen Adu Kreativitas dalam Lomba Menghias Mading
Hasil karya Lomba Menghias Mading siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya dalam Peringatan HUT ke-81 RI, Kamis (13/8/2026). (Eka Haris/PWMU.CO).
pwmu.co -

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya.

Salah satu rangkaian kegiatan Merah Putih pada Kamis (13/8/2026) adalah Lomba Menghias Mading yang berlangsung di Hall Mas Mansyur, lantai 6 smamda Tower.

Lomba ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII yang terbagi dalam 18 gen. Setiap gen terdiri atas dua hingga tiga kelas.

Dengan mengusung tema “Keberagaman Budaya Indonesia”, para peserta ditantang untuk menuangkan gagasan, kreativitas, dan pesan tentang kekayaan budaya Indonesia melalui karya mading.

Beri Ruang Kreativitas Siswa

Masing-masing peserta membuat mading berukuran A3 dengan konsep yang dibebaskan untuk dikembangkan sekreatif mungkin.

Selain memperhatikan tampilan visual, peserta juga dituntut menghadirkan konten yang original dan relevan dengan tema.

Sejak lomba dimulai, tampak setiap gen saling bekerja sama membagi tugas, mulai dari menulis artikel, membuat ilustrasi, menyusun komponen mading, hingga menghias karya.

Antusiasme peserta terlihat dari beragamnya teknik yang digunakan. Sebagian besar karya memanfaatkan teknik kolase atau tempel, sementara beberapa peserta juga mengombinasikannya dengan gambar dan lukisan objek secara manual serta tulisan tangan yang kreatif.

Salah satu juri Lomba Menghias Mading, Rachmad Setyo Wibowo SPd MHum menjelaskan bahwa terdapat sejumlah aspek yang menjadi dasar penilaian.

“Konten atau isi dinilai berdasarkan kesesuaian dengan tema yang diberikan panitia sebagai konsep siswa dalam menyampaikan pesan penting terkait HUT RI ke-81″ terang guru mata pelajaran Seni Budaya itu.

Sementara estetika dan kreativitas, lanjutnya, mencakup aspek artistik, kreativitas, kesesuaian tema, kerja sama tim, serta teknik pengerjaan karya.

Selain kualitas karya, kekompakan tim juga turut menyumbang poin dalam penilaian. Menurut Rachmad, para siswa menunjukkan kreativitas yang sangat beragam dalam menghasilkan karya.

“Siswa sangat kreatif. Lomba diikuti oleh siswa kelas X sampai XII dan panitianya dari IPM. Karya-karyanya unik. Rata-rata menggunakan teknik kolase atau tempel dan melukis objek secara manual dengan tulisan tangan yang bagus” ungkap Rachmad.

Ia menambahkan, keunikan karya pemenang salah satunya dapat dilihat dari kesesuaian karya dengan tema.

Hal tersebut ditunjukkan melalui penggunaan tagline, judul yang lugas, serta pencantuman logo atau tahun peringatan HUT ke-81 RI secara jelas. Peserta juga dituntut jeli dalam menangkap gagasan yang diberikan oleh panitia.

SMPM 5 Pucang SBY

“Tidak hanya mengandalkan sistem tempel atau kolase, tetapi kreativitas manual secara mandiri juga menjadi hal yang diutamakan, seperti membuat tulisan indah dan gambar atau objek sendiri” tambahnya.

Pengakuan Peserta

Keseruan lomba juga dirasakan oleh peserta dari salah satu gen, Almirah Cintantya Maya Samahita, siswa kelas XI.1, dan Syakirahasna Anindita, siswa kelas XI.2.

Syakirahasna mengaku suasana selama pengerjaan cukup menegangkan karena pada awalnya peserta hanya diberikan waktu 90 menit.

“Cukup tegang karena awalnya hanya diberi waktu 90 menit, tetapi bersyukur karena ada tambahan waktu dari panitia” ujar Syakirahasna.

Sementara itu, Almirah mengungkapkan bahwa salah satu bagian paling rumit dalam pengerjaan adalah membuat komponen tiga dimensi berupa peta Indonesia dari bubur kertas.

Kesulitan semakin bertambah karena mereka sempat tidak membawa lem dan tempat lem. Selain itu, menyatukan berbagai ide dari anggota kelompok juga menjadi tantangan tersendiri.

Meski menghadapi berbagai kendala, keduanya tetap menikmati proses perlombaan. Syakirahasna menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berkreasi, tetapi juga mempererat hubungan antarteman.

“Acara berlangsung seru, dapat mendekatkan diri dengan teman, serta melatih kerja sama dan kekompakan” tuturnya.

Mengenai peluang meraih juara, Almirah dan Syakirahasna awalnya sempat berharap dapat meraih juara II atau III.

Namun, setelah melihat karya dari gen lain serta menyadari adanya beberapa kesalahan dan perlengkapan yang kurang tepat, mereka memilih untuk tidak terlalu memasang ekspektasi tinggi dan fokus menyelesaikan karya sebaik mungkin.

Lomba Menghias Mading dalam rangkaian kegiatan Merah Putih smamda pun menjadi ruang bagi siswa untuk tidak hanya menunjukkan kreativitas.

Melainkan belajar berkolaborasi, menghargai keberagaman ide, dan menyampaikan pesan tentang kekayaan budaya Indonesia melalui karya yang mereka hasilkan bersama.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 16/08/2026 23:19
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu