SD Muhammadiyah 4 Zamzam mengikuti Rapat Kerja (Raker) AUM Pendidikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang yang membahas evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dan strategi SPMB Tahun Ajaran 2027/2028 di Arayanna Hotel dan Resort, Trawas, Mojokerto, Sabtu-Ahad (15–16/8/2026).
Raker tersebut diikuti AUM Pendidikan PCM Sepanjang dan AUM Pendidikan PDM Kota Mojokerto. Selain evaluasi SPMB, forum membahas pemaparan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun Ajaran 2026/2027 serta strategi pengembangan lembaga pendidikan.
Bagi SD Muhammadiyah 4 Zamzam, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi program sekaligus memperoleh masukan terkait pengembangan sekolah. Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam forum ialah branding pendidikan berbasis alam yang dikembangkan sekolah.
Evaluasi SPMB dan Strategi Pengembangan Sekolah
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta sambutan dari jajaran pimpinan Muhammadiyah.
Dalam forum tersebut, evaluasi SPMB menjadi salah satu pembahasan utama. Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ajaran berjalan sekaligus menjadi bahan penyusunan strategi untuk SPMB Tahun Ajaran 2027/2028.
Pimpinan Muhammadiyah yang hadir juga menekankan pentingnya evaluasi dalam pengembangan lembaga pendidikan. Evaluasi tidak hanya digunakan untuk mengetahui kekurangan, tetapi menjadi bagian dari proses perbaikan agar program sekolah dapat berjalan lebih terarah.
Strategi SPMB juga menjadi perhatian karena sekolah perlu memiliki keunggulan dan identitas yang dapat dikenali masyarakat. Penguatan branding dinilai perlu diikuti dengan program nyata sehingga identitas yang dibangun sekolah tercermin dalam proses pendidikan.
Dalam forum tersebut, SD Muhammadiyah 4 Zamzam mendapat apresiasi terkait konsep pendidikan berbasis alam yang dikembangkan sebagai bagian dari identitas sekolah.
Konsep tersebut dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan sekolah untuk membangun pembeda di tengah perkembangan dan persaingan lembaga pendidikan. Namun, branding berbasis alam diharapkan tidak berhenti sebagai identitas promosi, melainkan diwujudkan dalam program dan proses pembelajaran.
Bagi SD Muhammadiyah 4 Zamzam, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat arah pengembangan sekolah. Program yang dirancang ke depan diharapkan memiliki tujuan yang jelas serta selaras dengan visi dan misi sekolah.
Tiga Komponen Pengembangan Pendidikan
Selain membahas SPMB, Raker juga mengangkat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan lembaga pendidikan. Dalam sambutan PWM yang disampaikan Dr. Eko Hardiansyah, M.Psi., terdapat tiga komponen yang menjadi perhatian, yakni kurikulum, kepala sekolah, serta guru dan tenaga kependidikan.
Kurikulum perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Sementara itu, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menggerakkan program serta membangun budaya sekolah.
Guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Pengembangan kompetensi secara berkelanjutan diperlukan agar sumber daya manusia di sekolah mampu mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
“Kurikulum, kepala sekolah, serta guru dan tenaga kependidikan merupakan tiga komponen yang harus terus diperkuat. Ketiganya saling berkaitan dalam menentukan kualitas dan kemajuan sebuah lembaga pendidikan,” ujarnya.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya AUM Pendidikan untuk melihat pengembangan sekolah secara lebih menyeluruh. Evaluasi program, penguatan sumber daya manusia, serta penyusunan strategi penerimaan murid menjadi beberapa aspek yang dibahas dalam forum.
Raker AUM Pendidikan PCM Sepanjang kemudian ditutup dengan doa setelah seluruh rangkaian pembahasan selesai.
Bagi SD Muhammadiyah 4 Zamzam, hasil Raker menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi SPMB sekaligus mengembangkan pendidikan berbasis alam sebagai bagian dari identitas sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments