Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar kegiatan Halalbihalal 1447 Hijriah pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Penasehat Khusus Presiden Urusan Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.
Dalam sambutannya, Muhadjir menekankan pentingnya penguatan pilar ekonomi dalam tubuh Persyarikatan. Ia mengingatkan bahwa keputusan Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 yang kemudian dikuatkan kembali pada Muktamar di Solo tahun 2022 telah menegaskan ekonomi sebagai pilar ketiga Muhammadiyah.
“Saya mengharapkan PDM bisa menggelar kajian terkait ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan ekonomi dapat dimulai dari forum rutin seperti Kajian Ahad Pagi yang telah berjalan di berbagai daerah. Ia mendorong agar sebagian sesi kajian tersebut dimanfaatkan untuk membahas strategi ekonomi dengan menghadirkan para pakar.
“Kita bisa memanfaatkan Kajian Ahad Pagi yang biasa digelar seminggu sekali. Coba kita pakai dua kali untuk membahas penguatan ekonomi dengan menghadirkan pakar di bidangnya,” jelasnya.
Muhadjir juga mengapresiasi kemajuan Muhammadiyah Jawa Timur di bidang kesehatan. Ia menilai wilayah ini berpotensi menjadi pelopor pengembangan amal usaha kesehatan yang lebih luas.
“Jawa Timur Alhamdulillah bisa menjadi pelopor bidang kesehatan untuk berkembang lebih jauh. Kalau bisa, tiap daerah bisa mencari rumah sakit yang mangkrak dan bisa mengakuisisinya ke dalam Persyarikatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana pembangunan pabrik cairan infus di Malang yang akan dimulai dengan ground breaking pada akhir Mei mendatang. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya kemandirian ekonomi Muhammadiyah.
“Insyaallah nanti kita bisa memproduksi cairan infus dan jarum suntik sendiri. Muhammadiyah jangan sampai mengedepankan yang di luar. Kita maksimalkan dulu perekonomian yang di dalam Persyarikatan. Baru jika dalam kondisi yang tidak bisa dihindari kita ambil yang di luar,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Muhadjir menegaskan bahwa tingginya kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah harus dimanfaatkan dengan optimal untuk meningkatkan pelayanan kepada umat.
“Maka dari itu, kepercayaan publik ke Muhammadiyah sangat tinggi. Maka kita manfaatkan itu untuk bersungguh-sungguh dan maksimal dalam melayani umat,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments