Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 (SD Muhlas) Surabaya menyelenggarakan Parenting Class 2025 bertema Dari Luka Menjadi Cinta: Healing Your Inner Child” bersama Intan Erlita M.Psi di Aula AR Fachruddin lantai 4 SD Muhlas, Ahad (16/11/2025).
Agenda tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Akhwan Hamid M.Pd.I, Wakil Ketua PCM H. Sutikno S.Sos M.H anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dr. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, serta Ketua Komite SD Muhlas Dra. Rahmi Aprilawati, M.M.
Hadir pula Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Krembangan Tiara Anindya Virana M.S.E.I, jajaran komite, paguyuban, wali murid, serta guru dan karyawan SD Muhammadiyah 11 Surabaya. Total yang hadir sekitar 400 orang.
Wakil Ketua Pelaksana Harian Komite, Elly Ermawati, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah agar orang tua dapat mengidentifikasi dan menyembuhkan trauma atau luka masa kecil mereka sendiri (inner child). Dengan demikian, pola asuh yang lebih sehat, suportif, dan penuh kasih sayang diharapkan akan tercipta.
“Kami yakin bahwa inner child setiap orang tua memengaruhi cara mereka merespons dan mendidik anak. Oleh karena itu, Parenting Class ini dirancang agar orang tua bisa mendapatkan kesadaran diri yang lebih tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Elly Ermawati menambahkan bahwa acara ini dibuka untuk umum dan didukung oleh berbagai mitra, seperti Bank Muamalat, Wardah, dan Kimia Farma.
Selain materi parenting, kegiatan tersebut semakin semarak dengan digelarnya cek kesehatan gratis serta bazar dari berbagai UMKM wali murid. Ia pun berharap kegiatan ini dapat menarik perhatian tidak hanya wali murid SD Muhlas, tetapi juga masyarakat luas di Surabaya.
“Dengan adanya support dari berbagai pihak, termasuk Mini Medical Check-up gratis oleh Kimia Farma yang diberikan untuk 100 orang pertama, kami berharap antusiasme publik akan meningkat,” harapnya.
Dalam paparan materinya, founder @titikputih—psikolog Intan Erlita M.Psi menjelaskan bahwa inner child merupakan memori, kebanggaan, emosi, dan keyakinan yang menekankan bahwa setiap anak membawa pengalaman emosional sejak dini yang membentuk cara mereka bersikap dan merespons lingkungan saat ini.
Melalui pemahaman inner child, orang tua diajak untuk melakuka tiga hal. Pertama, memaafkan dan membebaskan luka batin (karena apabila kita tidak bisa memaafkan, maka akan membentuk pola asuh yang salah).
Kedua, memilih jalan menuju cinta dan menerapkan pola asuh reaktif, lebih peka terhadap emosi dan kebutuhan dasar anak, seperti rasa aman, dihargai, dan dicintai. Ketiga, membangun komunikasi yang lebih empatik dan suportif sehingga anak merasa aman untuk mengekspresikan diri.
“Yang terpenting adalah libatkan Allah dalam mendidik anak,” tuturnya.
Secara keseluruhan, materi tersebut memperkuat bahwa pengasuhan yang ditempuh dengan jalan menuju cinta dan bebas dari luka batin berperan besar dalam membentuk karakter anak.
“Semoga setelah keluar dari ruangan ini, kita semua sebagai orang tua dapat menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih positif, hangat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik secara akademik, sosial, maupun emosional,” harapnya.
Kepala SD Muhlas Mursiah S.Ag M.Pd menyampaikan bahwa tema ini diangkat untuk mengajak para orang tua lebih memahami pentingnya penyembuhan luka batin masa kecil (inner child).
Tujuannya agar pola pengasuhan di rumah dapat berjalan lebih positif, empatik, dan selaras dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
“Antusiasme ayah bunda selama mengikuti kegiatan menunjukkan komitmen besar dalam mendukung pendidikan karakter putra-putri tercinta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mursiah menambahkan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari kolaborasi kuat berbagai pihak. Sekolah berhasil menghadirkan narasumber inspiratif dari Jakarta, Intan Erlita, seorang psikolog yang menyampaikan materi mendalam dan penuh manfaat mengenai penyembuhan luka batin.
Mursiah pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, komite sekolah, dan paguyuban wali murid.
“Kerja keras panjenengan semua menghadirkan narasumber inspiratif. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kekuatan kebersamaan mampu menghadirkan program edukatif yang berkualitas,” tambahnya.
Mursiah juga menyampaikan terima kasih kepada Majelis Dikdasmen PCM Krembangan atas dukungan dan arahannya, serta kepada seluruh wali murid, guru, dan karyawan yang hadir di hari libur.
“Penghargaan khusus juga kami sampaikan kepada dokter Zuhrotul Mar’ah. Semoga sinergi ini senantiasa terjaga, melahirkan kegiatan-kegiatan unggulan demi kemajuan dan kebahagiaan siswa SD Muhlas,” harap Mursiah.






0 Tanggapan
Empty Comments