Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Pengajian Jumat Pon PCM Sekaran, Muhammad Khoirul Abduh Ungkap Tiga Penyebab Umat Islam Termarginalkan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Pengajian Jumat Pon PCM Sekaran, Muhammad Khoirul Abduh Ungkap Tiga Penyebab Umat Islam Termarginalkan
Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si, wakil ketua PWM Jawa Timur saat Menyampaikan Tausyiah (Mustain Masdar/PWMU.CO)
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sekaran kembali menggelar silaturahim dan pengajian rutin setiap Jumat Pon, (23/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara bergilir dari satu ranting ke ranting lainnya ini berlangsung di Masjid Manarul Islam, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sekaran.

Pengajian kali ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ustaz Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si, sebagai narasumber.

Sekitar 400 jamaah hadir dan menyimak materi pengajian dengan khusyuk. Dengan gaya penyampaian yang lantang, penuh semangat, dan menggugah, ia menguraikan sejumlah faktor yang menyebabkan umat Islam mengalami marginalisasi, baik dalam bidang politik maupun ekonomi.

Mengutip pandangan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, ia menjelaskan tiga faktor yang dikenal dengan istilah 3K, yakni konflik, korupsi, dan kolot.

Konflik, Korupsi, dan Kolot

Pertama, konflik. Perbedaan pandangan, pilihan politik, identitas, kelompok, warna, hingga pemahaman keagamaan dapat menjadi sumber perselisihan apabila tidak disikapi secara bijaksana. Konflik adalah sumber masalah, Katanya.

Perbedaan yang semestinya menjadi kekayaan umat justru bisa berubah menjadi pemicu perpecahan. Akibatnya, energi umat habis untuk mempertentangkan perbedaan, sementara upaya membangun kekuatan bersama menjadi terabaikan.

Demikian suka berbantah-bantahan juga bisa menjadi sumber konflik dan masalah umat. Padahal Allah melarangnya. Allah berfirman :

-Anfal · Ayat 46

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ۚ

Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Kedua, korupsi. Praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan perilaku tidak amanah dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pemerataan kesejahteraan, memperlebar kesenjangan ekonomi, dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin maupun lembaga.

Ketika amanah tidak dijalankan dengan baik, sumber daya yang semestinya digunakan untuk kepentingan rakyat justru beralih untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Sambil mengutip beberapa ayat Al-qur’an sebagai dasar larangan mengambil yang bukan haknya (korupsi). Di antarnya Al-Baqoroh 188 dan An-Nisa 29.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Misalnya surat Al-Baqoroh 188 menyebutkan :

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.

Dalam hal korupsi ini, ia menceritakan kasus mayat seseorang yang diketahui pernah mengambil (mencuri) 2 manik-manik dari harta ghonimah  nabi Muhammad tidak mau mensholati. Padahal harga 1 manik-manik sekitar 1 dirham, ya sekitar 100 ribu, Kali dua, 200 ribu lah. Sekarang, korupsi milyaran, bahkan trilyunan, mash saja disholatkan, katanya.

Ketiga, kolot. Sikap kolot tercermin dalam pola pikir jumud, stagnan, dan enggan menerima perubahan. Sikap ini juga dapat muncul dalam ungkapan “pokoknya”, ketika seseorang merasa pendapatnya paling benar dan menutup diri dari kritik, ilmu pengetahuan, serta gagasan baru.

Pola pikir semacam ini dapat menghambat kemajuan umat. Padahal, tantangan zaman menuntut umat Islam untuk terus belajar, berpikir terbuka, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Dakwah Muhammadiyah yang Berkemajuan

Berangkat dari persoalan tersebut, Muhammadiyah terus mengembangkan dakwah yang berkemajuan, terbuka, dan mencerahkan. Dakwah tidak cukup hanya mengajak umat menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga harus mendorong kemajuan pendidikan, penguatan ekonomi, pembentukan karakter yang amanah, serta kehidupan sosial yang berkeadaban.

Semangat berkemajuan menuntut warga Muhammadiyah untuk mengedepankan dialog daripada konflik, kejujuran daripada korupsi, serta keterbukaan terhadap ilmu dan perubahan daripada sikap jumud.

Melalui pengajian rutin Jumat Pon yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai ranting, PCM Sekaran tidak hanya mempererat tali silaturahim, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat pemahaman keislaman dan membangun kesadaran bermuhammadiyah.

Pengajian ini diharapkan semakin meneguhkan komitmen warga Muhammadiyah untuk menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat, mencerahkan kehidupan, dan memberikan manfaat nyata bagi umat serta masyarakat luas. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 24/10/2026 20:44
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu