
PWMU.CO – Pelaksanaan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an, Doa, dan Hadis Tahun 2025 oleh SD Muhammadiyah 01 Tanggul (SD Muhita), Jember telah berlangsung di Aula Gedung Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember. Sebanyak 241 siswa-siswi diwisuda pada acara tersebut. Para peserta wisuda didampingi oleh wali murid mendatangi gedung tersebut untuk mengikuti prosesi wisuda, Kamis (29/5/2025).
Saat prosesi wisuda, setiap peserta dipanggil satu per satu ke atas panggung untuk dikenakan selempang oleh pewisuda. Master of ceremony memanggil setiap peserta beserta prestasi yang telah mereka raih atas perjuangan mereka menghafalkan surat-surat dalam Al-Qur’an, doa-doa harian, dan hadis-hadis Rasulullah.
Terdapat jeda waktu dalam prosesi wisuda. Panitia memanfaatkan jeda waktu tersebut untuk menampilkan Tari Saman. Tari tersebut ditampilkan oleh dua belas siswi. Penampilan mereka sangat kompak dan membuat seluruh penonton berdecak kagum. Beberapa penonton mengabadikan kekompakan mereka lewat smartphone. Diiringi lagu daerah Aceh “Bungong Jeumpa”, mereka memperagakan gerakan dengan kompak nyaris tanpa ada kekeliruan.
“Sempat nervous tapi bisa diatasi dengan senyum,” ungkap Nazhura Novela Abrilian, siswi kelas VI-Tsabit bin Qais yang menjadi penari Saman, ditemani temannya, Rafeyfa Ariba Kamila, siswa kelas VI-Zaid bin Tsabit saat sesi wawancara.
“Ada yang telat gerakannya,” tambahnya. Mereka berlatih selama dua minggu sebelum acara diselenggarakan.

“Karena acaranya Wisuda Tahfidz, maka tarian yang cocok Tari Saman, karena gerakannya yang unik dan sopan,” jelas Mita Aisyah Nur Septiani SHum pelatih tari dan panitia acara. Mita menjelaskan bahwa mereka bisa menghafalkan seluruh gerakan Tari Saman selama tiga sampai empat hari latihan.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi. Yang pertama, karena kedekatan emosional antara pelatih dan anak-anak sangat erat karena sering latihan bersama. Sebelumnya, mereka pernah tampil di Perkemahan Pandu Pengenal HW di Desa Cakru, Kencong, Jember, dan saat peringatan Hardiknas.
Faktor yang kedua, yakni sejak beberapa kali latihan dengan pelatih, setiap anak diberi tanggung jawab oleh pelatih dan diberi wejangan agar saling bahu-membahu dan saling mengingatkan. “Contoh, saya pilih satu anak untuk selalu memeriksa kehadiran temannya, hadir atau tidak hadir,” jelas Mita.
Penampilan Tari Saman di acara tersebut menjadi penampilan paling berkesan yang akan anak-anak kenang seumur hidup. Semoga persaudaraan mereka selalu terjalin.
Penulis Muhammad Arief Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments