Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyerahkan buku Membangun Tradisi Baru: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur Tahun 2000–2025 kepada sejumlah pimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam kegiatan Halalbihalal 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diseminasi jejak historis yang telah dihimpun oleh tim penulis PWM Jawa Timur melalui sebuah karya buku.
Buku tersebut sebelumnya telah diluncurkan dalam kegiatan Kajian Ramadan PWM Jawa Timur yang berlangsung pada 21–22 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Jember.
Dalam kegiatan Halalbihalal ini, penyerahan buku dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan PWM Jawa Timur kepada pimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., menyerahkan buku kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si.
Selanjutnya, Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., menyerahkan buku kepada Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal. Penyerahan berikutnya dilakukan oleh Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur, Moh. Mudzakkir, M.A., Ph.D., kepada Prof. Achmad Jaenuri, Ph.D., selaku Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.
Momentum penyerahan tersebut disaksikan oleh seluruh peserta Halalbihalal yang terdiri atas pimpinan dan warga Muhammadiyah dari berbagai Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), Majelis dan Lembaga, PDM hingga PCM dari berbagai daerah di Jatim.
Perlu diketahui, Buku Membangun Tradisi Baru merupakan hasil karya yang dilakukan secara bertahap selama satu tahun oleh tim penulis PWM Jawa Timur. Penyusunan karya ini ditujukan untuk menggali, mendokumentasikan, serta merekonstruksi dinamika perkembangan Muhammadiyah di Jawa Timur dalam kurun waktu 2000 hingga 2025 dengan menggunakan pendekatan metodologi sejarah.
Inisiatif penulisan buku ini telah dimulai sejak masa pandemi Covid-19 oleh almarhum Nadjib Hamid. Gagasan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Moh. Mudzakkir bersama tim penulis yang melibatkan Angkatan Muda Muhammadiyah dari berbagai perguruan tinggi. Keterlibatan lintas generasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi intelektual di lingkungan Persyarikatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments