
PWMU.CO – Pentas Seni (Pensi) Perguruan Muhammadiyah Warulor Paciran, Lamongan, yang digelar pada Jumat malam (20/6/2025) pukul 23.00 WIB, berhasil memukau penonton dengan penampilan sendratari siswa-siswi MTs Muhammadiyah 18 Warulor.
Parodi kisah kolosal Roro Jonggrang–Bandung Bondowoso ini membuat para penonton enggan beranjak meski sudah larut malam.
Acara yang dihadiri oleh para wali murid dari jenjang PAUD Aisyiyah, TK ABA 13, MIM 05, hingga MTs Muhammadiyah 18 Warulor ini menyuguhkan pertunjukan utama yang memadukan seni tari, drama, dan musik secara harmonis. Keterlibatan siswa-siswi MTs Muhammadiyah 18 menambah nilai kebersamaan dan kolaborasi dalam pagelaran seni tersebut.
Sendratari ini mengisahkan legenda Roro Jonggrang yang terkenal di kalangan masyarakat Jawa, namun dikemas secara segar, dinamis, dan penuh kreativitas. Para siswa tampil dengan kostum tradisional yang elegan, riasan yang apik, serta penguasaan panggung yang mengesankan. Meski diperankan oleh siswa madrasah, penampilan mereka mencerminkan profesionalisme dan hasil latihan yang matang.
Penampilan ini dibimbing langsung oleh Kepala MTs Muhammadiyah 18, Ibu Fathiyatul Izzah SPd bersama Guru Seni Budaya Ibu Anissaur Rohmah SPd. Mereka bahu-membahu melatih para siswa meskipun masa latihan bertepatan dengan Penilaian Semester Akhir Tahun (PSAT) semester genap.
“Siswa-siswi sangat antusias, disiplin, dan mematuhi semua arahan,” ungkap Ibu Anissaur Rohmah.

“Hanya dengan waktu latihan selama satu minggu, alhamdulillah, siswa-siswi MTs Muhammadiyah 18 Warulor mampu menampilkan pesona terbaiknya. Lelah dan keringat terbayar dengan rasa bangga, haru, dan bahagia ketika mendapat sambutan meriah dari penonton,” ujar Ibu Fathiyatul Izzah dengan penuh syukur.
Sendratari Roro Jonggrang menceritakan legenda seorang putri dari Kerajaan Boko yang menolak lamaran Bandung Bondowoso. Untuk menolak secara halus, Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam semalam. Namun, ia melakukan tipu daya agar permintaan itu gagal dipenuhi.
Pemeran sendratari:
- Roro Jonggrang: Ravita Dewi (kelas VIII)
- Bandung Bondowoso: Nurul Syahya Putra (kelas IX)
- Dayang-dayang: Zahira Sabiqotu Tsalisah, Farihatun Nabila, Amiratus Syarifah, Fathihatur Rohmah (kelas VIII); Rafika Rahmadhani, Romadhoni Ila Magfirotin, Azizatul Afia (kelas IX); Aulia Sarah (kelas VII)
- Setan/Jin: Dwi Oktavian Abriansyah, Zada Hibatullah, Moh Syahrul Arifin, Moh Andreansyah (kelas VIII)
Pesan moral dari pertunjukan ini:
- Mengajarkan pentingnya kejujuran dan bahwa kecurangan hanya membawa kerugian.
- Menunjukkan bahwa tipu daya tidak akan menghasilkan kebahagiaan sejati.
- Menyampaikan nilai tentang kekuatan cinta, keberanian, dan pengorbanan.
Dengan penampilan yang memukau ini, sendratari siswa MTs Muhammadiyah 18 Warulor tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang menginspirasi. (*)
Penulis Alish Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments