Mahasiswa Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) merampungkan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) tahun 2026.
Acara penutupan resmi berlangsung di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya pada Senin (19/10/2026).
Sebanyak tujuh mahasiswa dari empat program studi di FPKS UM Surabaya telah menyelesaikan masa pengabdian dan praktik mengajar di sekolah tersebut.
Adapun ketujuh mahasiswa yang bertugas di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya yaitu:
- Naufal Hadrian Arianto (Pendidikan Biologi)
- Abdu Salam (Pendidikan Matematika)
- Isma Sumita (Pendidikan Matematika)
- Sabrina Aaliyah Nawaputri (Pendidikan Bahasa Inggris)
- Syakira Aqilah Nawaputri (Pendidikan Bahasa Inggris)
- Nazulfa Nazarina Nasywa (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
- Kholifa (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Hadirkan Media Pembelajaran Fisik Interaktif
Selama masa PLP, para mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi pelajaran di depan kelas. Mereka juga merancang dan menerapkan berbagai media pembelajaran fisik untuk meningkatkan pemahaman siswa.
Beberapa media konkret yang dibuat antara lain peta persebaran fauna di Indonesia untuk pembelajaran Biologi, scrapbook edukatif, serta beragam alat peraga fisik lainnya.
Media ini membantu siswa memahami konsep materi secara lebih visual dan interaktif.
Kepala SMA Muhammadiyah 3 Surabaya, Ibu Erlina Wulandari, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para mahasiswa PLP. Ia menilai program ini memberikan kontribusi nyata bagi aktivitas belajar mengajar di sekolah.
“Kehadiran mahasiswa PLP sangat membantu kami di sekolah. Kami berharap kegiatan kolaborasi seperti ini terus berlanjut pada masa mendatang” terangnya.
“Jika memungkinkan, durasi pelaksanaan PLP dapat diperpanjang agar interaksi dan proses belajar mahasiswa di sekolah semakin maksimal” ujar Erlina.
Pentingnya Kolaborasi Pembuatan Media
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yuni, mengapresiasi kehangatan dan bimbingan yang diberikan oleh keluarga besar sekolah, khususnya para guru pamong.
Yuni menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan guru pamong, terutama dalam menciptakan media pembelajaran fisik yang efektif. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci sukses dalam menciptakan suasana kelas yang hidup dan menyenangkan.
Rasa syukur dan terima kasih juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa PLP, Naufal Hadrian Arianto.
Mahasiswa Pendidikan Biologi ini mengungkapkan bahwa pengalaman mengajar di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya memberikan pelajaran berharga yang tidak didapatkan di ruang kuliah.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, terutama para guru pamong yang telah membimbing kami dengan sangat sabar dan baik. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami sebagai calon pendidik” ungkap Naufal.
Naufal juga berharap pihak sekolah terus membina hubungan baik dengan universitas dan siap menyambut tingkatan mahasiswa berikutnya.
“Semoga pada periode mendatang, adik-adik mahasiswa yang akan melaksanakan PLP di SMA Muhammadiyah 3 Surabaya dapat kembali diterima dan dibimbing dengan baik” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments