
PWMU.CO – Ratusan guru TK dan Kelompok Bermain (Kober) Aisyiyah se-Wilayah Tengah Gresik mengikuti kegiatan Baitul Arqam Amal Usaha Aisyiyah (AUA) yang digelar oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik. Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Militansi Ber-‘Aisyiyah sebagai Implementasi Risalah Perempuan Berkemajuan.”
Antusiasme peserta tampak sejak hari pertama, Sabtu (28/6/2025), yang bertempat di SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School).
Beragam materi disajikan pada hari pertama, salah satunya adalah materi tentang Keteladanan Tokoh (Etos Kerja) yang disampaikan oleh Ria Pusvita Sari MPd.
Ia membuka materi dengan sapaan berbahasa Inggris dan bernyanyi, yang membuat seluruh peserta Baitul Arqam bersemangat.
Kemudian, ia memberikan amplop berisi potongan puzzle kepada tiap kelompok peserta yang harus disusun membentuk gambar tokoh inspiratif Aisyiyah.
Setelah itu, peserta diminta menuliskan apa saja keteladanan dari para tokoh tersebut dan mempresentasikannya ke depan. Tak lupa, ia juga memberikan 7 doorprize untuk kelompok yang tercepat.
Materi yang ia sampaikan adalah tentang Karakter Berkemajuan Tokoh Muhammadiyah, di antaranya: Ningrat tapi merakyat, kritis tapi konstruktif, guru tetapi tidak menggurui, teguh tapi tidak angkuh, berani namun rendah hati, taat tetapi tidak radikal, kaya dan bersahaja, priyayi tapi melayani, dan masih banyak lagi karakter lainnya.
Ria Pusvita juga menyampaikan bahwa Budaya Kepemimpinan yang baik dimulai dari disiplin dalam hal waktu, melayani, kepemimpinan yang tidak bertumpu pada figur, memiliki etos kerja yang berpusat pada organisasi bukan individu, sedikit bicara banyak kerja, mandiri, percaya diri, berani, dan loyal, mencerdaskan dan pelopor. Begitu juga dengan AUM dan AUA sebagai pusat kaderisasi.

Bunda Kober Tunas Aisyiyah Perumahan Pongangan Indah (PPI), Ridha Utami Ardhianingtyas SPd, mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat menginspirasinya.
“Materi yang diberikan sangat menginspirasi bagi kami sebagai guru. Semoga kami bisa meneladani karakter para tokoh inspiratif tersebut,” ungkapnya.
Sebelum mengakhiri materi, Ria Pusvita menyampaikan pesan kepada para peserta.
“Kamu tidak butuh keberuntungan, kamu butuh persiapan. Kamu bukan butuh bakat, kamu butuh kerja keras. Kamu tidak butuh tahu semua hal sebelumnya, kamu hanya perlu memulai. Andai saja kamu mulai lebih muda, maka kamu akan jauh lebih baik. Kalau saja kamu mulai lebih awal, akan ada banyak hal yang sudah berubah. Tapi ingat satu hal ini, hari ini adalah usia termuda dalam sisa hidupmu, maka kamu harus memulainya sekarang,” pesannya. (*)
Penulis Endang Khusniati Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments