SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A selalu memiliki cara pembelajaran yang unik dan kreatif.
Pada Rabu (08/04/2026) di ruang kelas 5, para murid menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengolah sampah daun kering menjadi karya seni kolase yang menarik dan bernilai guna.
Kegiatan ini melibatkan 129 murid kelas 5 SD Mugres. Mereka berkesempatan untuk melihat sampah dari sudut pandang berbeda, bukan sekadar limbah yang harus dibuang atau dibakar. Melainkan bahan kreatif yang bisa diolah menjadi produk seni.
Sulap Sampah Bernilai Ekonomis
Pemanfaatan sampah daun menjadi kerajinan kolase menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Selama ini, daun kering sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomis dan hanya berakhir sebagai sampah.
Melalui kegiatan ini, murid kelas 5 mempelajari bahwa daun kering memiliki potensi besar untuk mereka daur ulang menjadi karya seni yang indah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari edukasi lingkungan, yang menanamkan kesadaran kepada murid tentang pentingnya pengelolaan sampah secara kreatif dan berkelanjutan.
Koordinator guru kelas 5, Lailatul Mardhiyah SPd menjelaskan alasan pemilihan bahan daun kering dalam kegiatan ini. Menurutnya, daun memiliki keunikan alami yang tidak bahan lain miliki.
“Setiap daun punya tulang daun dan lekukan yang unik. Keunggulannya, bisa memanfaatkan bentuk asli daun, misalnya daun nangka untuk badan hewan, sehingga tidak perlu banyak memotong” ujar Bu Ella, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan bahwa selain mudah ditemukan, daun kering juga aman digunakan oleh murid dan tidak memerlukan alat yang rumit.
Daun-daun kering yang biasanya berserakan di lingkungan sekolah dikumpulkan, lalu dimanfaatkan menjadi kolase dengan berbagai bentuk unik, mulai dari hewan, tumbuhan, hingga pemandangan.
Gunakan Bahan Sederhana
Dalam praktiknya, para murid hanya menggunakan bahan dan alat sederhana seperti lem, gunting, kertas bufalo sebagai alas, serta daun dan bunga kering yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas tampak hidup dan penuh kreativitas. Para murid dengan tekun menempelkan daun demi daun untuk membentuk gambar sesuai imajinasi mereka.
Beberapa murid terlihat berdiskusi dengan teman sebangku, sementara yang lain fokus menyelesaikan detail karya mereka. Hasilnya pun beragam dan menunjukkan karakter masing-masing murid.
Salah satu murid, Zafeera Nasya Veata dari kelas 5 HM Djindar Tamimiy, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut.
“Membuat kolase sampah daun ini sangat menyenangkan dan mudah, karena aku hobi membuat kreasi kolase. Apalagi bahannya mudah didapatkan. Kalau ada kesempatan, aku mau buat lagi di rumah” katanya dengan antusias. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments