Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

92 Sapi Dipotong Sehari, Kurban Lazismu Jatim di Bali Gerakkan Ekonomi hingga Pendidikan Veteriner

Iklan Landscape Smamda
92 Sapi Dipotong Sehari, Kurban Lazismu Jatim di Bali Gerakkan Ekonomi hingga Pendidikan Veteriner
Imam Hambali Ketua Lazismu Jatim mengecek Pengemasan RPH sebelum dikirim ke Pronas. Foto: Syahroni/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia Mambal, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (28/5/2026), tampak berbeda sejak pagi. Deretan sapi Bali memasuki jalur penggiringan. Para petugas bersiap di setiap titik proses pemotongan. Sementara di sudut lain, tim Lazismu Jatim sibuk mencocokkan nomor sapi, data shahibul kurban, hingga dokumentasi penyembelihan.

Tepat pukul 09.30 WITA, penyembelihan hewan kurban dimulai. Hari pertama pelaksanaan kurban Lazismu Jatim di Bali itu menargetkan sekitar 70 ekor sapi. Namun hingga pukul 16.00 WITA, total 92 sapi berhasil dipotong. Seluruh proses berlangsung terukur, sistematis, dan berada dalam pengawasan ketat standar halal serta kesehatan hewan.

Kegiatan tersebut bukan sekadar penyembelihan kurban biasa. Di balik ratusan sapi yang diproses, terdapat rantai ekonomi, pemberdayaan peternak lokal, penguatan sosial masyarakat, hingga pembelajaran lapangan bagi mahasiswa kedokteran hewan.

Ketua Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, menyebut pelaksanaan kurban di Bali membawa dampak yang luas bagi masyarakat setempat.

“Secara ekonomi tentu ini akan sangat berdampak pada masyarakat yang ada di Bali. Mereka selama kegiatan ini mendapatkan hasil dari apa yang mereka lakukan untuk memelihara sapi,” ujarnya.

Menurut Imam, sapi Bali merupakan plasma nutfah yang dijaga ketat pemerintah daerah. Sapi dari luar daerah tidak diperbolehkan masuk ke Bali demi menjaga genetika sapi lokal.

92 Sapi Dipotong Sehari, Kurban Lazismu Jatim di Bali Gerakkan Ekonomi hingga Pendidikan Veteriner
Agus Lukman Ketua Pelaksana Lazismu Jatim menghitung pengemasan. Foto: Syahroni Nur Wachid/PWMU.CO)

“Dalam pengertian sapi ini khusus, jadi dipertahankan genetikanya, tidak boleh disilangkan. Peternak di sini adalah masyarakat umum dan masyarakat desa,” katanya.

Ia menilai program kurban yang konsisten justru dapat menjaga ekosistem peternakan tetap sehat. Imam bahkan menyinggung kondisi di India sebagai pelajaran penting.

“Jangan sampai seperti yang terjadi di India. Masyarakat sudah lama budidaya, kemudian umat Islam di sana dilarang kurban, akhirnya terjadi oversupply. Mudah-mudahan di kita tidak seperti itu,” tambahnya.

Ucapan terima kasih juga datang dari Wakil Ketua MUI Provinsi Bali, KH Wahid. Ia menilai langkah Lazismu Jawa Timur membeli dan memproses hewan kurban langsung di Bali memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.

“Kami sangat berterima kasih Lazismu Jatim melaksanakan kurbannya di Bali. Artinya beli di Bali dan diproses di Bali. Secara ekonomi sangat baik,” katanya.

Menurutnya, manfaat kurban tidak hanya dirasakan penerima daging, tetapi juga berdampak pada sektor peternakan dan ketahanan pangan kebencanaan.

“Manfaatnya jauh lebih besar. Direct langsung kepada yang berhak menerima kurban, juga bisa menjadi cadangan untuk kebencanaan. Ini luar biasa, termasuk pengalengan RendangMu,” ujarnya.

Kepala UPT RPH Mambal Badung, Gusti Ngurah Adi, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut turut membantu pemasukan daerah dan pemberdayaan peternak lokal.

“Kami berterima kasih Lazismu memakai fasilitas di RPH Mambal. Ada pemasukan bagi Badung. Mudah-mudahan ke depannya rutin tiap tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, peternak sapi Bali membutuhkan waktu sekitar dua tahun sejak anakan hingga layak menjadi hewan kurban. Bahkan sapi betina rata-rata hanya beranak sekali dalam setahun.

“Pelaku usaha dan sapi Bali jadi terbeli. Peternak sapi jadi terbeli. Ini pemberdayaan peternak sapi Bali,” jelasnya.

Gusti Ngurah Adi juga menjelaskan ciri khas sapi Bali yang dikenal berwarna hitam dengan bagian kaki menyerupai memakai kaos kaki putih.

SMPM 5 Pucang SBY

Di lokasi penyembelihan, proses berjalan cepat namun tetap disiplin. Satu ekor sapi rata-rata membutuhkan waktu sekitar dua menit, termasuk pembacaan nama shahibul kurban sebelum penyembelihan dilakukan.

Alur pemotongan dimulai dari unloading sapi, kandang penampungan, pemeriksaan ante mortem, jalur penggiringan, penyembelihan, pengulitan, pengeluaran jeroan, pemeriksaan postmortem, pembelahan karkas, penimbangan, pelayuan daging, deboning, penyimpanan cold storage, hingga pengemasan daging.

Sebanyak dua orang bertugas pada bagian pengulitan, sementara satu juru sembelih menangani proses penyembelihan. Seluruh proses berada di bawah pengawasan tenaga profesional dan juru sembelih halal bersertifikat.

Dr Dian Berkah dari DSN Lazismu mengapresiasi komitmen RPH Mambal dalam menjaga prinsip syariah.

92 Sapi Dipotong Sehari, Kurban Lazismu Jatim di Bali Gerakkan Ekonomi hingga Pendidikan Veteriner
Suasana Pengemasan RPH Mambal sebelum dikirim dijadikan rendangmu di Pronas. Foto: Syahroni/PWMU.CO

“Komitmen RPH Mambal yang sudah mendapatkan sertifikat jasa penyembelihan halal adalah tetap menjaga prinsip syariah, terutama memastikan sapi benar-benar mati sebelum dikuliti dan dicacah dagingnya,” ujarnya.

Dia a juga menyebut penyembelihan dilakukan oleh JULEHA bersertifikat kompetensi. “Secara khusus untuk penyembelihan halal sapi, Alhamdulillah sudah dilakukan oleh juru sembelih halal bersertifikat,” tambahnya.

Menariknya, kegiatan kurban ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Para mahasiswa bersama dokter hewan turut hadir mengamati proses penyembelihan dan pemeriksaan kesehatan hewan.

“Adik-adik sangat semangat mendapatkan ilmu dan pengalaman. Selama ini mereka hanya melihat di kampus, tapi dengan kegiatan ini mereka bisa tahu lebih detail lagi,” kata Imam Hambali.

Dari RPH Mambal, daging kurban selanjutnya dikirim menuju fasilitas pembekuan ABF PT SSU sebelum diteruskan ke PT Pronas untuk diolah menjadi RendangMu. Pada proses pembekuan, daging disimpan pada suhu di bawah nol derajat selama 24 jam.

Tim dari Bankziska Ponorogo turut memastikan distribusi daging dari RPH menuju PT Pronas berjalan sesuai prosedur. Sementara tim dokumentasi Lazismu melakukan pencocokan nomor sapi, data shahibul kurban, hingga timbangan karkas agar seluruh proses berlangsung akuntabel.

Sebagian kepala dan kaki sapi juga dimanfaatkan oleh Lazismu Bali untuk kebutuhan sosial dan kegiatan persyarikatan di daerah tersebut.

Imam Hambali mengatakan pelaksanaan kurban tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program tahun berikutnya.

“Kami berharap ke depan akan kami evaluasi lagi. Melihat di lapangan sangat memungkinkan untuk kita pecah. Insya Allah tahun depan kita carikan solusi agar lebih baik lagi,” katanya.

Dia optimistis, pengelolaan kurban yang profesional dan berdampak luas akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berkurban melalui Lazismu.

“Sehingga masyarakat yang menitipkan kurbannya lewat Lazismu akan lebih banyak lagi,” pungkasnya. (*)

Penulis

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 28/05/2026 21:16
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu