SD Muhammadiyah 21 Surabaya menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama unsur sekolah, persyarikatan, dan masyarakat sekitar, Senin (17/8/2026).
Upacara yang berlangsung di jalan depan SD Muhammadiyah 21 Surabaya tersebut diikuti siswa kelas IV hingga VI, guru, dan karyawan sekolah. Sejumlah unsur masyarakat dan persyarikatan turut hadir, di antaranya keluarga besar SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semampir, ‘Aisyiyah Semampir, KSH Bulaksari, PKK RW 06 Bulaksari, Ketua RT 01 hingga RT 09, serta Ketua RW 06 Bulaksari.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi agenda sekolah. Upacara juga menjadi ruang pertemuan antara warga sekolah, persyarikatan, dan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.
Balutan Merah Warnai Upacara
Suasana nasionalisme juga terlihat dari busana yang dikenakan para pendidik. Para ustadzah SD Muhammadiyah 21 Surabaya mengenakan kebaya merah, sedangkan para ustadz mengenakan seragam berwarna merah.
Busana tersebut menambah nuansa merah dalam pelaksanaan upacara yang berlangsung pada pagi hari. Para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib bersama guru dan karyawan sekolah serta tamu undangan yang hadir.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya Priyo Sasongko, M.Pd., menyampaikan amanat mengenai makna kemerdekaan dan peran pelajar dalam mengisinya.
Priyo menekankan bahwa generasi muda tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata seperti para pahlawan pada masa perjuangan. Menurutnya, pelajar dapat meneruskan perjuangan tersebut melalui pendidikan, prestasi, akhlak, dan karya yang bermanfaat.
“Anak-anakku, kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tugas kalian saat ini bukan lagi mengangkat senjata, tetapi mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, berbuat baik, serta terus berkarya sesuai potensi yang dimiliki. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pesan Priyo.
Perkuat Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Kehadiran unsur persyarikatan dan masyarakat sekitar turut memperlihatkan hubungan SD Muhammadiyah 21 Surabaya dengan lingkungan tempat sekolah berada. Para siswa dapat mengikuti upacara bersama berbagai elemen yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial di sekitar sekolah.
Selain keluarga besar SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, keterlibatan PCM Semampir, ‘Aisyiyah Semampir, KSH Bulaksari, PKK RW 06, para ketua RT, dan Ketua RW 06 menunjukkan dukungan masyarakat terhadap kegiatan pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Bagi sekolah, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, nasionalisme, dan kepedulian sosial kepada siswa. Nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman mengikuti kegiatan bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara sekolah, persyarikatan, dan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur dalam satu kegiatan memperkuat komunikasi dan kebersamaan di lingkungan sekitar SD Muhammadiyah 21 Surabaya.
Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, SD Muhammadiyah 21 Surabaya mengajak para siswa memaknai kemerdekaan melalui kegiatan positif. Semangat tersebut diwujudkan dengan belajar, berprestasi, menjaga akhlak, serta mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat.
Upacara kemudian berlangsung hingga seluruh rangkaian selesai. Para peserta mengikuti kegiatan dengan tertib sebelum kembali melanjutkan aktivitas masing-masing setelah peringatan kemerdekaan berakhir. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments