Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sate Maranggi Kejutkan Kontingen Nasyiah Jatim

Iklan Landscape Smamda
Sate Maranggi Kejutkan Kontingen Nasyiah Jatim
pwmu.co -
Sebagian peserta dari PDNA Gresik menikmati sate maranggi. Sate Maranggi Kejutkan Kontingen Nasyiah Jatim (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Sate Maranggi Kejutkan Kontingen Nasyiah Jatim; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni. 

PWMU.CO – Kontingen Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur baru sampai di Rest Area Kendal Jawa Tengah pukul 03.11 WIB dini hari, Jumat (2/12/2022). Saat itu rombongan optimis akan tiba di lokasi tiga jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB. 

Kenyataannya, mereka baru keluar tol Pemalang pukul 05.00 WIB. Dari balik kaca bus, mereka dimanjakan dengan pemandangan segar khas pegunungan di sepanjang Jalan Tangkuban Perahu Subang sampai Lembang, hingga pukul 10.00 WIB. 

Di luar dugaan, waktu itu mereka belum tiba di Hotel Grand Asrilia, lokasi Pembukaan Tanwir, saat Tanwir dimulai. Suara-suara gelisah yang menyatakan pembukaan Tanwir berlangsung mulai terdengar. Suara itu sambung-menyambung dari Ketua PCNA GKB Gresik Irma Sonya Suryana SKom ke Ketua PDNA Gresik Ifah Farida SPdI. Akhirnya Ifah, sapaannya, usul agar rombongan mengikuti sesi pembukaan pagi itu secara daring melalui televisi bus. 

Mereka khidmat menyimak seluruh rangkaian pembukaan sambil menikmati snack yang dibagikan panitia Kontingen Jawa Timur di awal keberangkatan. Mereka akhirnya menemukan rumah makan tujuan sarapannya pukul 11.45 WIB. 

Ialah di Sate Maranggi dan Sop Hj Maya Pasteur. Tepatnya di Jalan Dr Djundjunan (Terusan Pasteur), Kota Bandung. Kata Jeki Setiawan, salah satu pelayan di sana, ini merupakan cabang kedua yang berdiri sejak 10 April 2020. Adapun cabang pertama berdiri setahun sebelumnya di Cimahi. 

Rombongan diarahkan pelayan menempati bangku-bangku yang sudah tertulis ‘reserved’ di atas mejanya. Di masing-masing meja panjang sudah berjajar delapan piring berisi sate maranggi. Ada pula piring berisi nasi-nasi yang dibungkus daun pisang. 

Kaget Tampilan Sate

Arisa Rahmawati Zakiya, Ketua Kaderisasi PDNA Kabupaten Kediri, sempat kaget melihat tampilan satenya. “Kok nggak ada bumbunya ya?” tanya dia yang pertama kali makan sate itu. Hal ini langsung dibenarkan para aktivis Nasyiah lainnya yang menempati meja panjang itu. 

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Tanpa menunggu lama, mereka segera mencoba makan sate di hadapan mereka. Lima tusuk sate ayam itu tanpa gajih. Potongan dagingnya besar. Ada irisan tomat segar dan jeruk limau di sisinya. Sebagian mereka menambahkan kecap manis di atas nasi, sate, maupun sambal tomatnya. Ada pula yang tidak pakai kecap, seperti Arisa. 

“Ternyata seger juga pakai sambal tomat. Rasanya wow! Padahal tadi kesan awalnya begitu. Apalagi ada teh tawar hangat. Cocok. Karena satenya sudah manis. Dagingnya sudah meresap sekali bumbunya menyatu,” terangnya. 

Kepada PWMU.CO, Jeki Setiawan menceritakan, sebelum dibakar, daging ayamnya memang sudah dimarinasi. “Ada bumbu racikan khusus!” ujarnya. 

Dia juga mengungkap kekhasan sate khas Purwakarta itu. “Kalau sate ayam dan sapi tidak ada lemak, kalau sate kambing ada,” terangnya. 

Di sambal tomat itu juga ternyata tidak sekadar irisan tomat segar, tapi ada sambal racikan khusus yang sudah diulek halus. Cara makannya ternyata perlu cara khusus biar terasa mantab. “Tusukkan ujung sate ke tomat biar segar!” tuturnya. 

Di sana tak hanya jual sate, ada pula sop iga, gule, tongseng, dan banyak menu lainnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡