Rangkaian pengabdian Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 89 di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ditutup melalui Sawang Alam Festival pada Ahad (23/8/2026).
Kegiatan yang memadukan hiburan, kesenian daerah, dan UMKM tersebut menjadi penutup perjalanan mahasiswa setelah menjalankan berbagai program kerja bersama masyarakat Desa Sumber Brantas.
Sawang Alam Festival juga menjadi ruang bagi mahasiswa KKN MAS Kelompok 89 untuk memperkenalkan potensi masyarakat sekaligus menghadirkan hiburan bagi warga. Beragam kegiatan disuguhkan, mulai dari penampilan band, kesenian daerah, hingga kehadiran pelaku UMKM.
Ketua Panitia Sawang Alam Festival, Bintang Fajrina, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai acara hiburan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi yang dimiliki masyarakat Sumber Brantas.
“Kami ingin Sawang Alam Festival menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi yang ada di Sumber Brantas. Karena itu, kami menggabungkan hiburan, kesenian daerah, dan UMKM agar masyarakat bisa menikmati sekaligus mengenal potensi daerahnya,” ujar Bintang.
Penampilan band menjadi salah satu bagian yang turut memeriahkan festival. Alunan musik dan penampilan para pengisi acara menambah semarak suasana serta menjadi daya tarik bagi masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Menurut Bintang, pelaksanaan Sawang Alam Festival tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pelaku UMKM, dan pihak yang mendukung kegiatan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kerja sama dari teman-teman mahasiswa, masyarakat, pelaku UMKM, dan pihak-pihak yang ikut mendukung kegiatan ini. Festival ini tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa kolaborasi dari semua pihak,” tuturnya.
Selain menjadi bagian dari rangkaian hiburan, kehadiran UMKM juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Pelibatan UMKM tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendukung potensi ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berharap UMKM yang ikut dalam festival ini tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berjualan, tetapi juga semakin dikenal oleh masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat bagi pelaku usaha,” katanya.
Sawang Alam Festival sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan KKN MAS Kelompok 89 di Desa Sumber Brantas. Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa telah melaksanakan sejumlah program kerja, salah satunya Edu Farm.
Melalui program tersebut, anak-anak TA Aisyiyah Muara Hati diajak belajar secara langsung mengenai proses budidaya kentang. Kegiatan mencakup persiapan lahan, penggemburan, penyiraman, hingga penanaman.
Bagi mahasiswa Kelompok 89, festival tersebut menjadi momentum untuk menutup masa pengabdian dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Penutupan ini menjadi momen yang cukup berkesan bagi kami. Selama KKN, kami banyak belajar dari masyarakat. Jadi kami berharap apa yang kami lakukan selama berada di Sumber Brantas bisa meninggalkan manfaat dan kenangan yang baik,” ungkap Bintang.
KKN MAS merupakan program KKN kolaboratif yang melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dari berbagai wilayah di Indonesia. Pada pelaksanaannya tahun ini, KKN MAS ditempatkan di wilayah Malang Raya dengan melibatkan 59 PTMA dan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai host.
Kelompok 89 terdiri atas 13 mahasiswa dari 10 PTMA, yaitu Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang, Universitas Muhammadiyah Bima, Universitas Muhammadiyah Jambi, serta Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA.
Berakhirnya Sawang Alam Festival menjadi penanda selesainya perjalanan KKN MAS Kelompok 89 di Desa Sumber Brantas. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa dan masyarakat serta menutup rangkaian pengabdian yang telah dijalankan bersama.





0 Tanggapan
Empty Comments