Program Drilling Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) terus berlanjut. Memasuki batch kedua, kegiatan yang rutin digelar setiap hari Sabtu ini kembali menyapa siswa kelas VI.
Pada pertemuan ketiga batch kedua, Sabtu (17/10/2026), drilling difokuskan pada penguatan numerasi dengan materi utama menghitung bangun ruang, satuan volume, satuan berat, dan sudut.
Berbeda dari sesi sebelumnya yang lebih banyak mengulang konversi satuan, pertemuan kali ini menantang siswa untuk menautkan konsep geometri dengan perhitungan yang lebih kompleks. Para siswa tampak antusias mengerjakan variasi soal, mulai dari menentukan volume kubus dan balok, mengonversi satuan berat, hingga mengidentifikasi jenis-jenis sudut dalam bangun datar maupun bangun ruang.
Dewoto Kusumo, M.Pd., selaku Waka Kurikulum SD Mumtaz, menegaskan bahwa pemilihan materi tersebut bukan tanpa alasan.
“Bangun ruang, satuan volume, berat, dan sudut sering muncul dalam soal TKA dengan tingkat variasi yang tinggi. Kami ingin siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi benar-benar memahami kapan dan bagaimana konsep itu digunakan. Drilling ini melatih mereka membaca soal dengan cermat, memilih strategi penyelesaian yang tepat, dan tetap teliti dalam berhitung,” ujarnya.
Program Drilling
Menurut Dewoto, pendekatan bertahap dalam program drilling memungkinkan sekolah memetakan perkembangan setiap siswa.
“Setiap batch dan setiap pertemuan adalah ruang evaluasi bagi kami. Dari situ kami bisa melihat materi mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih perlu pendampingan lebih intensif. Batch kedua ini menjadi momentum penting untuk memastikan fondasi numerasi siswa semakin kokoh sebelum menghadapi TKA sesungguhnya,” tambahnya.
Semangat yang sama dirasakan oleh siswa kelas VI. Nur Ilham Saputra, siswa kelas 6F, mengaku awalnya merasa tertantang dengan materi bangun ruang dan sudut.
“Awalnya saya sempat bingung membedakan sudut lancip, tumpul, dan siku-siku kalau soalnya digabung dengan bangun ruang. Tapi setelah dijelaskan dan dicoba berulang kali, sekarang lebih paham. Soal satuan volume juga jadi lebih mudah karena ada trik mengingat tangga satuan. Saya jadi lebih percaya diri untuk mengerjakan soal TKA nanti,” tuturnya dengan raut senang
Indah Nurma Sari, selaku tentor TKA bidang numerasi, menekankan bahwa keberhasilan drilling tidak diukur dari banyaknya soal yang dikerjakan, melainkan dari tumbuhnya penalaran siswa.
“Materi bangun ruang dan sudut menuntut siswa untuk berpikir logis dan sistematis. Kami menggunakan pendekatan santai tetapi terstruktur agar anak-anak tidak merasa tertekan. Mereka diajak aktif mencoba, bertanya, dan menjelaskan ulang konsep dengan bahasa sendiri. Kalau konsepnya sudah kuat, variasi soal apa pun akan lebih mudah dihadapi,” jelasnya.
Indah menambahkan, pihaknya akan terus mengevaluasi hasil setiap pertemuan untuk memastikan pendampingan berjalan tepat sasaran.
“Dari latihan hari ini, kami mencatat beberapa pola kesalahan yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya. Ini penting agar drilling tidak sekadar rutinitas, tetapi benar-benar menjadi proses perbaikan yang terukur,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, program Drilling TKA SD Mumtaz dirancang berlangsung dalam lima batch hingga pertengahan Desember 2026. Setiap batch terdiri atas empat pertemuan yang digelar setiap Sabtu. Melalui rangkaian ini, SD Mumtaz berkomitmen membekali siswa kelas VI dengan kesiapan akademik dan mental yang matang, sejalan dengan target sekolah untuk sukses dalam Tes Kemampuan Akademik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments