Berawal dari rasa penasaran setelah melihat informasi lomba di FYP Instagram, Devan Ahmady Fatha, siswa Excellent Class XII-3 SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), justru menemukan kesempatan untuk mengasah kepedulian dan keberaniannya menyuarakan isu keberlanjutan.
Devan berhasil meraih 2nd Runner Up Brawijaya SDGs Student Ambassador 2026 yang diselenggarakan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya dalam rangkaian Brawijaya SDGs Summit, Rabu (23/9/2026).
Ajang tersebut mengusung tema “Sustainable Strategic Innovation for Indonesia’s Smiling Future” dengan subtema “PERAN KITA: Cakap Bermedia Suarakan Keberlanjutan Indonesia.”
Berawal dari FYP Instagram
Devan mengaku tertarik mengikuti kompetisi setelah melihat informasi lomba melalui FYP Instagram. Tanpa berpikir panjang, ia memberanikan diri mendaftar dan mulai mempersiapkan video kampanye.
Ia memilih mengangkat tema “Energi Bersih Terbarukan yang Terjangkau” yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 7 tentang energi bersih dan terjangkau.
“Awalnya saya mengalami struggling dalam memikirkan kampanye dan konsep yang akan saya bawakan,” ungkap Devan.
Tantangan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia mulai memperdalam pengetahuan tentang SDGs dan mempelajari isu energi bersih. Setelah itu, ia menyusun konsep kampanye yang dinilai relevan dengan kehidupan generasi muda.
Setelah konsep matang, Devan membuat dan memublikasikan video edukasi melalui akun Instagram pribadinya, @devvnnfth.
Lolos Enam Besar
Penantiannya berlangsung lebih dari satu bulan. Hingga akhirnya, kabar yang dinantikan datang. Devan berhasil masuk enam besar Brawijaya SDGs Student Ambassador 2026.
Lolos ke babak final membuat persiapannya semakin intens. Ia mempersiapkan speech yang akan disampaikan di hadapan para juri pada babak final di Universitas Brawijaya.
Babak final berlangsung di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya, Rabu (23/9/2026). Menariknya, pada hari yang sama Devan juga sedang mengikuti ujian sekolah di Smamita.
Dengan izin sekolah, ia mendapatkan dispensasi untuk mengikuti babak final sekaligus menghadiri pengumuman pemenang.
Pesan Ibu Jadi Penguat
Menjelang tampil di babak final, rasa kurang percaya diri sempat muncul dalam diri Devan. Namun, pesan sang ibu menjadi penguat.
“Ibu saya berpesan, lakukan yang terbaik saja. Yang penting berani menunjukkan karakter sebagai seorang student ambassador,” tuturnya.
Pesan tersebut membuat Devan berusaha tampil maksimal. Ia menyampaikan speech dan kampanye yang telah dipersiapkan.
Hingga akhirnya, momen pengumuman pemenang tiba. Devan berhasil meraih posisi 2nd Runner Up Brawijaya SDGs Student Ambassador 2026.
Capaian tersebut membuat Devan merasa bahagia sekaligus lega setelah melalui rangkaian persiapan dan kekhawatiran menjelang babak final.
Bertemu Alumni Smamita
Kebahagiaan Devan semakin lengkap ketika bertemu salah satu alumni Smamita, Kak Fiza’24, yang kini menjadi bagian dari Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya.
Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa bagi Devan. Ia mengabadikan kebahagiaan setelah pengumuman bersama guru, teman-teman, dan Kak Fiza sebagai bagian dari keluarga besar Smamita.
Bagi Devan, prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian dalam kompetisi. Pengalaman mengikuti Brawijaya SDGs Student Ambassador menjadi bekal berharga untuk perjalanan pendidikannya.
“Semoga hasil yang saya dapat bisa menjadi bekal untuk mempersiapkan diri mendaftar PTN yang saya minati dan menjadi pengalaman berharga selama masa SMA,” harapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang membantu proses pembuatan video serta guru Smamita yang telah memberikan pendampingan.
“Semoga ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat bagi orang sekitar dan menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya sebagai generasi muda,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments