Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Siswa SMP Muven Belajar Tanggap Gempa hingga Kebakaran Bersama BPBD Surabaya

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Siswa SMP Muven Belajar Tanggap Gempa hingga Kebakaran Bersama BPBD Surabaya
Petugas BPBD Kota Surabaya memberikan edukasi ke siswa. (Akbar/PWMU.CO)
pwmu.co -

Siswa SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) belajar mengenali potensi bencana dan memahami langkah penyelamatan diri melalui penyuluhan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya di Aula Al Husna, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam penyuluhan tersebut, tim BPBD Kota Surabaya menjelaskan pentingnya kesiapsiagaan diri dan peran orang-orang terdekat dalam situasi darurat. Materi ini disertai pemaparan data mengenai penyelamatan korban gempa Great Hanshin di Jepang pada 1995.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, persentase korban yang berhasil menyelamatkan diri atau memperoleh pertolongan terbesar berasal dari kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 34,9 persen. Berikutnya, dukungan anggota keluarga mencapai 31,9 persen, teman atau tetangga 28,1 persen, orang yang kebetulan lewat 1,7 persen, regu penolong 0,9 persen, dan faktor lainnya 2,6 persen.

Data tersebut menjadi pengingat pentingnya pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana. Meski demikian, sumber data yang digunakan perlu dirujuk secara jelas agar angka-angka tersebut dapat diverifikasi.

Siswa Muven juga diajak mengenali berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di Kota Surabaya. Ancaman tersebut meliputi bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, banjir rob, cuaca ekstrem, dan angin kencang.

Selain itu, terdapat ancaman bencana nonalam, seperti kebakaran bangunan, kegagalan teknologi, dan wabah penyakit. Siswa juga mendapat penjelasan mengenai bencana sosial, termasuk konflik sosial dan tawuran, serta persoalan perundungan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Belajar Langkah Penyelamatan Diri

Tidak hanya mengenali jenis bencana, para siswa juga mendapat penjelasan mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. Salah satunya adalah menerapkan prinsip Drop, Cover, and Hold On saat terjadi gempa bumi, yakni merunduk, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan berpegangan pada meja agar tetap terlindungi.

Jika berada di gedung bertingkat, siswa diingatkan untuk tidak menggunakan lift saat terjadi keadaan darurat. Mereka juga perlu menjauhi area kaca dan rak tinggi serta mengikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul dengan tertib sesuai arahan petugas.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Materi lainnya membahas pencegahan kebakaran akibat korsleting listrik dan kelalaian saat menggunakan peralatan dapur. Siswa diingatkan untuk tidak menumpuk steker pada satu stopkontak karena dapat meningkatkan risiko gangguan listrik.

Dalam penanganan awal kebakaran dapur, petugas menjelaskan pentingnya menggunakan cara pemadaman yang sesuai dengan sumber api. Api pada wajan berminyak, misalnya, tidak boleh disiram dengan air. Jika aman dilakukan, api dapat ditutup menggunakan penutup yang sesuai atau selimut api. Apabila api membesar, penghuni harus segera menjauh dan meminta bantuan.

BPBD Kota Surabaya juga memperkenalkan layanan darurat terpadu Call Center 112. Layanan tersebut dapat dihubungi secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan berbagai keadaan darurat, seperti kebakaran, kecelakaan, banjir, dan kebutuhan medis darurat.

Selain mengenali layanan darurat, siswa mendapat penjelasan mengenai perlengkapan yang perlu disiapkan dalam Tas Siaga Bencana (TSB). Tas tersebut menjadi salah satu bentuk persiapan untuk menghadapi situasi darurat yang mengharuskan seseorang meninggalkan tempat tinggal atau lokasi kegiatan.

Siswa Merasa Mendapat Pengetahuan Baru

Siswi kelas VIII D SMP Muven, Aissa Ramadhani, mengatakan penyuluhan tersebut bermanfaat karena menambah pengetahuannya mengenai berbagai jenis bencana dan cara menghadapinya.

“Selain itu kami juga diajari hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi bencana, misal bencana gempa, kebakaran, cyberbullying/bullying atau tawuran, menelepon nomor 112, dan juga diajarkan cara menggunakan alat pemadam api,” imbuhnya.

Melalui kegiatan SPAB ini, siswa memperoleh pengenalan mengenai potensi ancaman di sekitar mereka, langkah penyelamatan diri, serta akses layanan darurat yang dapat digunakan ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan pertolongan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 21/10/2026 01:46
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu