Sebanyak 123 siswa kelas VI MI Muhammadiyah 1 Pare (Mimsapa) Kediri bersama 14 guru pendamping mengikuti kegiatan Study Kenal Alam dan Lingkungan (SKAL) ke Yogyakarta, Selasa (4/11/2025).
Perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan pengalaman edukatif yang memperkaya wawasan dan menumbuhkan semangat belajar siswa di luar kelas.
Sejak pukul 20.00 WIB pada Senin malam (3/11/2025), rombongan telah berkumpul di Gedung Ahmad Dahlan Mimsapa, Kediri. Antusiasme terpancar dari wajah para siswa yang duduk berjajar rapi, saling menyapa teman-temannya yang datang satu per satu. Bantal leher, jaket, boneka, dan selimut menjadi teman setia mereka selama perjalanan malam menuju Kota Gudeg.
Dalam sambutannya, Kepala Mimsapa, Eri Nurokhim, SP, SPd, MKes, berpesan agar para siswa menjaga sikap dan perilaku selama kegiatan berlangsung.
“Ketika mengikuti kegiatan SKAL nanti, kalian sebagai siswa MI Muhammadiyah 1 Pare harus bisa menjaga sikap dan perkataan,” ujarnya.
Usai pengarahan, para siswa memasukkan tas ransel ke dalam bagasi bus yang telah disiapkan. Mereka tampak penuh semangat memulai petualangan sehari di Yogyakarta.
Destinasi Pertama: Candi Borobudur
Perjalanan dimulai dengan kunjungan ke Candi Borobudur di Magelang, situs warisan dunia UNESCO yang menjadi simbol kejayaan agama Buddha terbesar di dunia. Di sana, siswa belajar tentang sejarah dan keindahan arsitektur candi yang megah.
Destinasi Kedua: Museum Muhammadiyah
Tujuan berikutnya adalah Museum Muhammadiyah di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Museum yang diresmikan pada 14 November 2022 ini menyajikan perjalanan sejarah dan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah di Nusantara.
“Kok bisa ya, Bu, Surat Al-Ma’un ditulis di papan kaligrafi melingkar kayak gitu,” celetuk salah satu siswi kelas VI C penuh takjub saat melihat salah satu ikon museum.
Destinasi Ketiga: Taman Pintar dan Malioboro
Perjalanan dilanjutkan ke Taman Pintar Yogyakarta, destinasi edukatif yang memperkenalkan berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti sejarah, fisika, dan biologi melalui wahana interaktif yang menyenangkan.
Usai menjelajahi Taman Pintar, rombongan menuju Jalan Malioboro, pusat keramaian khas Yogyakarta. Para siswa menikmati suasana sore hingga malam hari sambil berburu oleh-oleh seperti batik, gelang, dan kaos Dagadu.
Kunjungan ditutup dengan singgah di Bakpia Pathok 25, salah satu pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Di sana, para siswa membeli buah tangan untuk keluarga di rumah.
Belajar di Luar Kelas, Kenangan yang Tak Terlupakan
Kegiatan SKAL ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh siswa Mimsapa. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, perjalanan ini juga mempererat kebersamaan antarsiswa serta menumbuhkan rasa syukur atas kebesaran Tuhan melalui alam dan budaya Indonesia.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kerja keras para guru dan panitia yang telah mempersiapkannya dengan matang.
Perjalanan SKAL Mimsapa membuktikan bahwa belajar tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan. Diharapkan kegiatan serupa terus berlanjut agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa di masa mendatang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments