SD Muhammadiyah Jepara menjalin kerja sama Sister School dengan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus melalui kegiatan studi tiru, Senin (21/9/2026). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan akan ditindaklanjuti melalui program magang, lokakarya, serta penguatan sumber daya manusia (SDM).
Kegiatan studi tiru tersebut diikuti Kepala SD Muhammadiyah Jepara Akhmad Faozan bersama para guru dan jajaran Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jepara. Rombongan Majelis Dikdasmen terdiri atas Ketua Laili Nuraini serta anggota Tri Ismawati dan Agus Badrun.
Kedatangan rombongan disambut Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus Jamaluddin Kamal beserta jajaran. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua sekolah untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sekolah, program unggulan, pengembangan SDM, serta praktik pendidikan yang diterapkan di masing-masing sekolah.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah budaya pengelolaan lingkungan sekolah. Rombongan SD Muhammadiyah Jepara mengamati sejumlah praktik yang diterapkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, termasuk pengelolaan toilet sekolah.
Toilet yang diamati memiliki kondisi bersih dan wangi. Peralatan kebersihan ditata rapi, sedangkan warna cat dan keramik dibuat selaras. Kebersihan fasilitas tersebut juga dijaga secara berkala.
Belajar dari Praktik Sekolah Lain
Kepala SD Muhammadiyah Jepara Akhmad Faozan mengatakan studi tiru menjadi salah satu cara sekolah untuk belajar secara langsung dari praktik yang telah diterapkan sekolah lain.
“Study tiru ini merupakan ikhtiar kami untuk terus belajar dan melakukan perbaikan. Kami ingin melihat secara langsung berbagai praktik baik yang telah diterapkan di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, kemudian mengambil hal-hal positif yang relevan untuk dikembangkan di SD Muhammadiyah Jepara. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi guru dan menjadi bagian dari langkah kita dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ungkapnya.
Menurut Faozan, kunjungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertukaran pengalaman, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan sekolah melalui praktik yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan SD Muhammadiyah Jepara.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Jepara Laili Nuraini berharap kerja sama antara kedua sekolah dapat berlanjut dalam bentuk program yang konkret.
“Kami berharap kegiatan study tiru ini tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan program nyata yang bisa dikembangkan di SD Muhammadiyah Jepara. Berbagi pengalaman antar sekolah Muhammadiyah sangat penting agar kita dapat saling menguatkan dan berkolaborasi,” tuturnya.
MoU Sister School
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah Jepara dan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus menandatangani MoU Sister School. Kerja sama tersebut menjadi dasar bagi kedua sekolah untuk menindaklanjuti hasil studi tiru melalui sejumlah program.
Tindak lanjut yang direncanakan meliputi program magang, lokakarya atau workshop, serta penguatan SDM. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk membantu SD Muhammadiyah Jepara dalam menemukan dan merumuskan nilai inti (core value) sekolah.
Program magang dan lokakarya diharapkan menjadi ruang bagi guru dan pengelola sekolah untuk mempelajari praktik yang telah diterapkan di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. Sementara penguatan SDM diarahkan pada pengembangan kapasitas warga sekolah serta perumusan nilai inti yang dapat menjadi bagian dari pengembangan sekolah.
Bagi SD Muhammadiyah Jepara, kerja sama Sister School tersebut menjadi tindak lanjut dari kunjungan yang tidak hanya berisi pertukaran pengalaman, tetapi juga membuka ruang untuk kerja sama antarsekolah Muhammadiyah.
Selanjutnya, program magang, lokakarya, dan penguatan SDM menjadi rencana tindak lanjut kerja sama antara SD Muhammadiyah Jepara dan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments