Semangat pengabdian tak luntur meski dalam kondisi sakit. Hal ini ditunjukkan oleh Nurmala, S.Ag., guru kelas 3B sekaligus Kepala Urusan (Kaur) Humas SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya.
Sejak Selasa (28/4/2026), ia menjalani perawatan di RSAL Dr. Ramelan akibat diare yang diduga dipicu setelah mengonsumsi kwetiau. Meski dalam kondisi terbatas, pikirannya tetap tertuju pada tanggung jawabnya di sekolah.
Di tengah perawatan, Nurmala tetap memikirkan keberlangsungan program Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPDB). Baginya, promosi sekolah bukan sekadar tugas, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Semangat tersebut menjadi bukti dedikasi seorang pendidik yang tidak hanya bekerja saat sehat, tetapi juga tetap berkontribusi di tengah keterbatasan.
Pada Rabu (29/4/2026), sejumlah guru datang membesuk untuk memberikan dukungan moril dan doa. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah Munahar, S.H.I., M.Pd., Kaur Kesiswaan Hidayatunni’mah, S.Ag., M.Pd., staf Humas Hafsah, S.Pd., guru kelas 4 Fathurrohmi Fithriani, S.Pd., bendahara sekolah Dwi Indria Widiastuti, A.Md., serta Risma Fitriani, S.Ak.
Munahar turut mendoakan agar Nurmala segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Tidak hanya fokus pada SPDB, Nurmala juga tetap memikirkan tanggung jawabnya sebagai ketua panitia kegiatan family gathering bagi guru, karyawan, dan guru mengaji SD Musix.
Seluruh persiapan kegiatan tersebut bahkan telah ia pastikan berjalan dengan baik, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga doorprize untuk peserta.
“Mohon doanya, semoga saya bisa segera pulih dan membersamai teman-teman dalam kegiatan family gathering nanti,” ujarnya penuh harap dari ruang perawatan.
Kisah Nurmala menjadi gambaran nyata tentang dedikasi seorang pendidik. Meski kondisi fisik melemah, semangat pengabdiannya tetap menyala.
Di balik ruang perawatan rumah sakit, ada komitmen besar yang terus bekerja demi sekolah, rekan kerja, dan masa depan generasi.





0 Tanggapan
Empty Comments