Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun menggelar konferensi internasional perdana pada Senin, 19 Oktober 2026. Sebanyak 110 peserta dari kalangan akademisi dalam dan luar negeri dijadwalkan mengikuti 1st International Conference on SDGs, Innovation, Global, and Local Challenge (ICSIGC 2026) secara daring.
Konferensi ini mengangkat tema Reimagining SDGs through Social and Humanistic Perspectives. Tema tersebut menekankan pentingnya perspektif sosial dan kemanusiaan dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Co-Chair ICSIGC 2026, Malik Ibrahim, M.Sos., menjelaskan bahwa 110 peserta terdiri dari 61 presenter dan 49 partisipan. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami telah mempersiapkan tujuh dosen UMJT yang akan menjadi moderator di parallel session,” ujar Malik, Senin (19/10/2026).
Dosen dan mahasiswa UMJT juga turut berkontribusi dengan mempresentasikan karya ilmiah. Di antaranya, Lina Alfiyani, M.Kes., yang membahas kerangka konseptual kepuasan pengguna sistem informasi manajemen rumah sakit untuk mendukung layanan kesehatan berbasis komunitas.
Sementara itu, Muhammad Hasan Al Banna, M.Sc., akan mempresentasikan penelitian tentang partisipasi petani dalam budidaya padi untuk pengembangan energi alternatif berbasis biomassa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Conference Chair ICSIGC 2026, Dr. Fajar Junaedi, menegaskan bahwa pencapaian SDGs tidak cukup hanya diukur melalui angka dan indikator teknis.
Agenda pembangunan berkelanjutan juga harus memperhatikan keadilan, martabat manusia, inklusi, serta keberlanjutan yang berakar pada nilai sosial dan kemanusiaan.
“Kita perlu membayangkan ulang cara kita memahami dan mengimplementasikan SDGs, agar tidak hanya menjadi agenda global, tetapi juga relevan dan berdampak di tingkat lokal, sesuai dengan konteks sosial, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan yang kita miliki,” ujar Wakil Rektor I UMJT tersebut.
Menurut Fajar, perspektif sosial dan humaniora penting untuk menjembatani agenda pembangunan global dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
“Kami berharap diskusi yang terbangun di sini dapat menghasilkan pemikiran baru yang tidak hanya kritis secara akademis, tetapi juga aplikatif bagi pembangunan berkelanjutan,” katanya.
ICSIGC 2026 dibuka oleh Rektor UMJT, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Agenda dilanjutkan dengan sesi pleno pertama yang menghadirkan Prof. Denise Spitzer, Ph.D., salah satu anggota board committee konferensi.
Setelah sesi pleno pertama, konferensi berlanjut ke sesi paralel yang dipandu tujuh dosen UMJT. Pada sesi pleno kedua, peserta akan menyimak paparan Assoc. Prof. Dr. Mohd Yusri Ibrahim dari Universiti Malaysia Terengganu, Malaysia, serta Assistant Prof. IV Amelyn Lanada Laro dari City College of Ormoc, Filipina. Sesi ini dimoderatori Dr. Wariyatun dari UMJT.
Konferensi juga mengagendakan pemberian penghargaan kepada presenter terbaik sebelum ditutup oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc.
Melalui konferensi internasional perdana ini, UMJT membuka ruang pertukaran gagasan lintas negara dan disiplin ilmu untuk membahas tantangan pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya pemikiran yang relevan dengan persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat lokal. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments