Kekhusyukan bukan sekadar gerakan fisik ketika melaksanakan shalat, melainkan keadaan hati yang tunduk, ikhlas, dan menyadari keagungan Allah SWT. Hati yang khusyuk akan melahirkan rasa syukur, ketenangan, serta kesungguhan dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan Al-Qur’an.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Dr. KH. Sam’un, M.Ag., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang, dalam Kajian Silaturahim Ahad I yang diselenggarakan Majelis Tabligh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wage, Ahad (1/11/2026) malam.
Kajian yang berlangsung bakda shalat Isya ini digelar di kediaman Dedy Erwanto, Perumahan Grand Royal Regency, Cluster Bougenville Blok H6-11, Wage, Taman, Sidoarjo. Sekitar 200 jamaah hadir untuk mengikuti kajian dan mempererat silaturahmi.
Mengawali tausiahnya, Ustadz Sam’un mengajak jamaah memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia mengingatkan bahwa rasa syukur merupakan salah satu kunci meraih kebahagiaan sekaligus membangun hati yang lapang dalam menerima berbagai ketetapan Allah.
“Bersyukur itu kunci untuk mewujudkan kebahagiaan. Dengan bersyukur, hati kita bisa legawa, bisa menerima apa pun pemberian dari Allah SWT. Baik pemberian yang banyak maupun sedikit, tetap bisa diterima dengan lapang dada tanpa ada perasaan suuzan. Semuanya disikapi dengan perasaan senang hati dan selalu husnuzan,” ungkapnya.
Menjaga Hati agar Tidak Mengeras
Dalam kajian tersebut, Ustadz Sam’un mengajak jamaah merenungkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hadid ayat 16. Ayat ini mengingatkan orang-orang beriman agar menjaga kelembutan hati dan tidak membiarkannya mengeras akibat terlalu lama lalai dari mengingat Allah.
Allah SWT berfirman:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadid: 16).






0 Tanggapan
Empty Comments