FK Umsida Run 2026 yang digelar pada Ahad, (1/2/2026) diikuti ratusan runners dari berbagai kalangan dan daerah. Mulai dari atlet pelajar, runner muda, hingga peserta lanjut usia, seluruhnya berbaur dalam semangat gaya hidup sehat.
Event ini menghadirkan kategori 5 kilometer dan 10 kilometer yang diikuti oleh peserta dari Sidoarjo maupun luar daerah. Antusiasme para runner terlihat sejak garis start hingga garis finish, dan beberapa peserta juga menyampaikan catatan evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan.
Sejumlah atlet muda berhasil mencuri perhatian dalam FK Umsida Run 2026. Janitra Arya Putra, atlet triathlon asal Kebonsari, Sidoarjo, berhasil meraih podium kedua kategori 10K putra. Ia mengaku sudah terbiasa mengikuti event lari, meski persiapan kali ini terbilang terbatas karena fokus sekolah.
“Alhamdulillah bisa podium dua. Persiapan saya sebenarnya kurang karena fokus sekolah, tapi secara fisik aman,” ujarnya.
Meski demikian, Janitra menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait keberadaan marshal di beberapa titik rute.
“Awalnya lancar, cuma pas arah balik agak membingungkan karena tidak ada marshal, jadi tadi sempat nyasar” tambahnya.
Podium pertama kategori 10K putri diraih oleh Maisila Asna Jaya, atlet triathlon muda asal Desa Jati, Sidoarjo.
Sila, sapaan akrabnya, baru beralih dari cabang renang ke triathlon pada awal 2025. Ia menyebut lintasan cukup nyaman meski terdapat genangan air akibat hujan.
“Jalannya enak dan bisa finish strong. Cuma sempat macet di area CFD dan sempat bingung rute karena tidak ada marshal,” ungkapnya.
Kategori 5K juga menghadirkan persaingan yang tak kalah menarik. Muhammad Farhan Febrianto asal Probolinggo berhasil meraih podium kedua 5K putra. Ia mengaku rutin mengikuti event lari dan mempersiapkan diri sekitar satu bulan sebelum lomba.
“Seru sih, rutenya cukup enak dan flat. Lumayan juga sekalian tes kecepatan buat atlet-atlet lari,” katanya
Farhan menilai FK Umsida Run menjadi wadah yang baik bagi pelari untuk menguji kemampuan sebelum mengikuti lomba-lomba besar lainnya. Menurutnya, event seperti ini memberi manfaat tidak hanya bagi atlet, tetapi juga masyarakat umum.
Sementara itu, juara pertama 5K putri diraih oleh Anggun Putri Maharani, pelari cilik asal Sidoarjo yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. Anggun mengaku sering mengikuti lomba lari dan rutin berlatih sepulang sekolah.
“Senang banget bisa juara satu. Tadi sempat kesasar juga, tapi tetap seru,” ujarnya polos.
Anggun berharap event seperti FK Umsida Run dapat terus diadakan agar anak-anak dan pelajar semakin tertarik pada olahraga lari.
Usia Bukan Halangan untuk Terus Bergerak
Tak hanya atlet muda, FK Umsida Run 2026 juga diikuti oleh peserta lanjut usia. Salah satunya Supriyana, runner berusia 63 tahun asal Puri Indah, Sidoarjo. Ia mengikuti kategori 5K dan mengaku rutin berlari setiap hari.
“Lari itu murah dan bisa dilakukan kapan saja. Untuk menuju sehat,” tuturnya.
Supriyana mengapresiasi penyelenggaraan FK Umsida Run yang menurutnya mampu membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga.
“Bagus sekali. Ini bisa menyadarkan lingkungan kampus dan masyarakat untuk hidup sehat,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi budaya, bukan sekadar event sesaat, tapi bisa jadi kebiasaan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments