Penampilan fantastis Dika Dwi Pratama Putra dan Diky Tri Nugroho Putro sukses mengantarkan atlet kembar dari kontingen Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Surakarta meraih medali emas pada ajang The First Muhammadiyah Games Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat kategori Seni Ganda Putra.
Kejuaraan tersebut digelar di Edutorium K.H Ahmad Dahlan UMS pada Jumat-Ahad (15-17/5/2026).
Dika dan Diky yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta tampil memukau dengan kekompakan dan harmonisasi gerakan yang memikat perhatian penonton maupun dewan juri.
Prestasi yang diraih keduanya tidak datang secara instan. Diky mengungkapkan bahwa mereka telah menggeluti dunia pencak silat sejak duduk di bangku sekolah dasar.
“Kami awal ikut TS pada waktu kelas 6 SD, saat itu kami masih lebih fokus di bidang Fighter. Awal kami berganti fokus ke bidang seni Pencak Silat itu kelas 3 SMK hingga sekarang,” tuturnya.
Menurutnya, persiapan menuju kompetisi tersebut telah dilakukan sejak akhir Februari. Ia menilai, keberhasilan mereka tidak lepas dari kekuatan komunikasi dan rasa saling percaya selama latihan maupun pertandingan.
“Saling percaya dan membagun komunikasi bagi kami sangat penting saat latihan maupun bertanding,” tambahnya.
Diky juga mengaku bahwa sejak berkuliah di UMS, mereka melakukan banyak perubahan gerakan seni ganda berdasarkan arahan pelatih pencak silat UMS.
Meski demikian, beberapa gerakan dasar yang telah dirintis sejak SMK tetap dipertahankan dan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas penampilan.
“Kalo tiap ikut turnamen, gerakan yang kami bawa itu sama, mungkin sedikit-sedikit aja perubahan untuk mengupgrade skill gerakan baru,” terangnya.
Dalam kategori seni pencak silat, terdapat tiga unsur penilaian utama, yakni wiraga (kesempurnaan gerakan), wirama (keselarasan dengan irama musik), dan wirasa (penghayatan gerakan).
Dika menjelaskan bahwa sistem penilaian versi Tapak Suci memiliki perbedaan dengan sistem penilaian IPSI.
“Karena ini turnamen Tapak Suci, kami lebih memfokuskan pada keselarasan ketukan iringan musik dengan gerakan yang kami rancang,” ujarnya.
Sebelum meraih emas di The First Muhammadiyah Games, pasangan atlet kembar ini telah mengoleksi berbagai prestasi membanggakan.
Beberapa di antaranya yakni Juara 2 Ganda Tangan Kosong Kejurnas Semar IV Tapak Suci UNS, Juara 3 Seni Ganda Kejurnas Invitasi Cabor Beladiri Mahasiswa 2024, Juara 1 kategori Ganda Tangan Kosong dan Bersenjata Turnas Tapak Suci UMS tingkat pelajar dan mahasiswa, Juara 3 kategori Ganda Pomprov Pencak Silat Jawa Tengah 2025, serta Juara 1 kategori Trio Bersenjata Putra Tapak Suci 2nd World Champions 2025.
Usai meraih gelar juara di Muhammadiyah Games, Dika mengungkapkan rencana berikutnya untuk tampil di ajang internasional.
“Insyaallah kalau ada rezeki lebih, kami akan ikut turnamen di Thailand berbarengan dengan 7 atlet fighter,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments