Rasa gugup tak menghalangi Emir Abdalla Duta, siswa kelas 3 Snowdrop International Class Program (ICP) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik untuk berprestasi.
Hal tersebut dibuktikannya usai meraih juara 2 dalam kompetisi Spelling Bee yang diselenggarakan English 1 pada Ahad (11/10/2026).
Kompetisi yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison tersebut diikuti Emir pada kategori Grup B.
Prestasi ini menjadi pengalaman berharga bagi Emir dalam mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan banyak orang.
Berawal dari Kecintaan pada Bahasa Inggris
Ketertarikan Emir terhadap bahasa Inggris menjadi salah satu alasan dirinya mengikuti kompetisi ini.
Guru pendamping Emir, Ustadzah Fitri, menceritakan bahwa keikutsertaan Emir berawal ketika sebuah flyer lomba Spelling Bee dibagikan melalui grup kelas.
“Emir memang menyukai mata pelajaran bahasa Inggris. Ketika ada flyer lomba Spelling Bee yang dibagikan di grup kelas, dia meminta mamanya untuk mendaftarkannya melalui kolektif sekolah” ungkap Ustadzah Fitri.
Sebelum mengikuti kompetisi, Emir menjalani pembinaan beberapa kali bersama guru bahasa Inggris di sekolah. Ia juga mengulang materi yang telah dipelajari dan berlatih mengeja kata di rumah bersama orang tua.
Menurut Ustadzah Fitri, Emir menunjukkan semangat yang baik selama pembinaan. Kemampuan pelafalan (pronunciation) yang baik, ketepatan dan kecepatan mengeja, serta penguasaan kosakata menjadi beberapa keunggulan Emir.
“Emir selalu bersemangat saat pembinaan. Dia mampu mengeja kata dengan tepat dan cepat, baik secara tertulis maupun lisan, karena memiliki banyak kosakata” jelasnya.
Dukungan Orang Tua dan Perjuangan Lawan Lelah
Persiapan Emir tidak selalu berjalan mudah. Padatnya kegiatan setelah pulang sekolah, seperti mengaji dan mengikuti les, terkadang membuatnya merasa lelah ketika harus mengulang materi di rumah.
Namun, dukungan orang tua turut membantu Emir menjalani proses persiapan. Selain mengulang materi dari sekolah, orang tua juga mengajak Emir berlatih spelling dengan memanfaatkan berbagai referensi tambahan.
Usaha tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Emir hingga mengikuti kompetisi. Pembinaan di sekolah dan latihan di rumah saling melengkapi untuk memperkuat kemampuan serta kepercayaan dirinya.
Bagi Emir, babak final menjadi bagian paling menantang. Berhadapan dengan suasana kompetisi dan harus mengeja kata di depan banyak orang membuatnya merasa gugup.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Emir berhasil menyelesaikan kompetisi dan membawa pulang gelar juara 2 kategori Grup B.
Saat ditanya mengenai perasaannya setelah meraih prestasi tersebut, Emir mengungkapkan kebahagiaannya dengan sederhana. “Happy and excited” ujarnya.
Ungkapan singkat itu menggambarkan kebahagiaan Emir setelah melalui proses persiapan dan tantangan selama perlombaan.
Bagi Emir, kompetisi ini bukan hanya tentang meraih juara, melainkan juga kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, dan melatih keberanian.
Dia pun berpesan kepada teman-temannya yang ingin mengikuti kompetisi serupa agar tidak mudah menyerah.
“Jangan malas untuk mengulang materi dari sekolah dan terus berlatih. Tetap semangat dan jangan berkecil hati apabila kalah” pesannya.
Prestasi Emir menjadi pengingat bahwa keberhasilan dapat tumbuh melalui kecintaan terhadap ilmu, latihan yang konsisten, serta dukungan guru dan orang tua.
Lebih dari sekadar sebuah piala, pengalaman ini menjadi langkah berharga bagi Emir untuk terus belajar dan berani mencoba tantangan baru.





0 Tanggapan
Empty Comments