Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Harus Warisi Semangat Ideopolitor KH Ahmad Dahlan

Iklan Landscape Smamda
Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Harus Warisi Semangat Ideopolitor KH Ahmad Dahlan
pwmu.co -
Busyro Muqoddas

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menyerukan pentingnya meneladani KH Ahmad Dahlan dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai ideologi, politik, dan organisasi (Ideopolitor) Muhammadiyah secara utuh dan bermakna.

Hal itu disampaikan dalam Pengajian Rutin Bulanan Karyawan PP Muhammadiyah Yogyakarta yang digelar Sabtu (5/7/2025).

Dalam tausiyahnya, Busyro mengajak seluruh warga persyarikatan untuk merawat dan menghidupkan kembali semangat pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang sarat dengan nilai-nilai spiritualitas, keikhlasan, dan keberpihakan kepada umat.

Busyro menjelaskan bahwa ideologi Muhammadiyah mencakup dua aspek utama: ideologi persyarikatan dan ideologi kebangsaan.

Pada tataran persyarikatan, Muhammadiyah berpegang pada Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Khittah, dan Kepribadian Muhammadiyah—semuanya berpijak pada al-Qur’an dan As-Sunnah yang ditafsirkan melalui Majelis Tarjih.

“Selama 116 tahun, Muhammadiyah telah bertahan dan berkembang dengan prinsip ideologi yang kuat, diiringi keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi tantangan,” tutur mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Sementara itu, ideologi negara dalam bentuk Pancasila dinilai tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan, menurutnya, banyak tokoh Muhammadiyah yang turut merumuskan dasar negara tersebut.

“Ketika kita bicara Pancasila, tak bisa lepas dari jasa para tokoh Muhammadiyah. Mereka adalah pendekar politik yang tulus dan negarawan sejati,” ungkapnya.

Politik Muhammadiyah

Dalam hal politik, Busyro menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak alergi terhadap politik, namun memandangnya sebagai sarana untuk membela dan melayani kepentingan rakyat.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia mengutip almarhum Menteri Agama RI, Mayjen Alamsyah Ratu Perwiranegara, yang menyebut bahwa sumbangan terbesar Islam terhadap negara adalah wakaf politik.

“Negara tidak ada tanpa rakyat. Maka politik harus berpihak kepada rakyat, bukan kepada kekuasaan semata,” tegasnya dikutip dalam Muhammadiyah.or.id.

Busyro mengingatkan bahwa Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membentuk karakter bangsa melalui pendekatan politik moral dan sosial. Politik dalam perspektif Muhammadiyah bukan perebutan jabatan, melainkan pengabdian yang dilandasi nilai-nilai ilahiyah.

Lebih lanjut, Busyro menyinggung pentingnya penguatan sistem organisasi yang bersifat kolektif kolegial. Muhammadiyah, menurutnya, tidak dibangun oleh individu semata, melainkan oleh semangat kebersamaan, keikhlasan, dan disiplin organisasi yang telah teruji sepanjang sejarah.

“Kita harus menjaga ruh organisasi ini agar tetap bersih, tertib, dan produktif. Jangan sampai gerakan kita ternodai oleh kepentingan pragmatis,” ujarnya menutup tausiyah.

Pengajian rutin ini menjadi ruang kontemplatif sekaligus pemantik semangat bagi para karyawan dan penggerak Muhammadiyah untuk terus meneladani warisan pemikiran dan perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam menjalankan ideopolitor Muhammadiyah secara konsisten dan bermakna. (*)

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡