Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Kabupaten Pasuruan menggelar Latihan Kepemimpinan Penghela (LKP) 2026 untuk mencetak kader pemimpin muda yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab.
Menariknya, kegiatan perkaderan tingkat daerah ini mengusung semangat kolaborasi bertajuk “Pasuruan X Sidoarjo”. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (9-11/10/2026), di kawasan Kebun Teh Wonosari, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Sekretaris Kwarda HW Kabupaten Pasuruan Muhammad Farid, S.Pd., menyampaikan hal tersebut seusai pembukaan kegiatan di lokasi, Jumat (9/10/2026).
Farid, sapaan akrabnya, yang juga merupakan guru SMP Muhammadiyah 4 Gempol, menjelaskan bahwa LKP 2026 dirancang sebagai ruang pembinaan sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan bagi anggota Pandu Penghela.
Kegiatan ini ditargetkan diikuti 100 peserta berusia 15–20 tahun dari pangkalan SMA/SMK di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo.
Latihan Kepemimpinan Penghela merupakan upaya untuk mencetak Pandu Hizbul Wathan sekaligus kader Pelatih Qabilah yang tersebar di seluruh Kwartir Daerah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya serta kabupaten Sidoarjo.
“Alhamdulillah hingga sekarang sudah berhasil registrasi sekitar 80 orang peserta dari berbagai urusan sekolah SMA/SMK/Ponpes Se-kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Farid didampingi jajaran panitia yang terdiri atas Bunda, Rekanda, dan Ayunda.
Bukan Sekadar Perkemahan
LKP 2026 tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan berkemah di alam terbuka. Kegiatan ini dirancang sebagai proses perkaderan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, kedisiplinan, serta tanggung jawab peserta sebagai generasi penerus bangsa.
Para peserta akan mendapatkan perpaduan materi teori dan praktik yang mendukung pembentukan karakter sekaligus penguatan identitas sebagai Pandu Hizbul Wathan.
Materi yang dijadwalkan meliputi Kemuhammadiyahan, perkaderan, kepanduan Hizbul Wathan, wawasan lingkungan hidup, serta kebencanaan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami dasar-dasar kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi situasi kebencanaan.
Selain pembekalan materi, kegiatan juga dikemas secara partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pentas seni. Rangkaian kegiatan dijadwalkan mencapai puncaknya pada Ahad pagi melalui penjelajahan alam bertajuk “Perjalanan Budug Asu”.
Perpaduan materi, diskusi, kreativitas, dan aktivitas luar ruang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian, kekompakan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam diri peserta.
Dukungan Sekolah untuk Perkaderan
Ketua Pelaksana LKP 2026, Aisyah Cucu Utami, berharap kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan sekolah dan seluruh pihak terkait.
Dukungan tersebut dinilai penting agar proses perkaderan berjalan lancar serta mampu melahirkan kader-kader muda yang siap mengambil peran dalam organisasi dan kehidupan bermasyarakat.
Panitia mengimbau setiap qabilah atau sekolah untuk mengutus 10 Pandu Penghela putra dan 10 Pandu Penghela putri, dengan pendampingan maksimal dua orang pembina.
Melalui LKP 2026, Kwarda HW Kabupaten Pasuruan berharap lahir generasi Pandu Penghela yang tidak hanya memiliki keterampilan kepemimpinan, tetapi juga berkarakter Islami, berjiwa sosial, serta siap berkhidmat bagi persyarikatan, umat, dan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments