Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hangatnya Pagi di Smamita, Lontong Balap dan Kebersamaan di Hari Pertama Masuk

Iklan Landscape Smamda
Hangatnya Pagi di Smamita, Lontong Balap dan Kebersamaan di Hari Pertama Masuk
Guru dan karyawan Smamita menikmati lontong balap. Foto: Wildan/PWMU.CO

Pagi itu terasa berbeda di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), Senin (30/3/2026). Setelah libur panjang Idulfitri, suasana hari pertama masuk kerja biasanya diwarnai penyesuaian kembali pada rutinitas. Namun, di Smamita, pagi justru dibuka dengan kejutan sederhana yang menghadirkan kehangatan.

Di depan pos keamanan sekolah, sebuah gerobak lontong balap sudah terparkir. Aroma kuah gurih bercampur petis langsung menyambut siapa saja yang datang. Para guru dan karyawan yang baru tiba tampak penasaran, lalu tersenyum ketika mengetahui bahwa hidangan itu disediakan khusus untuk mereka.

“Ayo, silakan ambil,” ujar Muhammad Ikhuwan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Smamita, dengan ramah. Ia bahkan tak segan mengajak yang lain untuk segera bergabung. “Kasih tahu yang belum, segera ke sini. Saya yang traktir,” tambahnya sambil tersenyum.

Satu per satu porsi lontong balap disajikan. Irisan lontong, tahu goreng, dan lentho berpadu dengan taoge segar yang mendominasi isi. Kuah hangat yang khas, ditambah sambal dan kecap sesuai selera, membuat hidangan ini terasa semakin nikmat. Tak ketinggalan, sate kerang yang sering menjadi pelengkap turut menambah cita rasa khas pesisir Jawa Timur.

Lontong balap sendiri merupakan kuliner legendaris dari Surabaya dan Sidoarjo. Nama “balap” konon berasal dari kebiasaan para penjual di masa lalu yang berjalan cepat—seolah “berlomba”—untuk menjajakan dagangannya. Hingga kini, makanan ini tetap menjadi ikon kuliner daerah yang digemari berbagai kalangan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Bagi civitas Smamita, pagi itu bukan sekadar tentang makanan. Lebih dari itu, ada kebersamaan yang kembali dirajut setelah Ramadan. Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa kehangatan tidak selalu hadir dari hal besar, melainkan dari perhatian kecil yang tulus.

“Tidak ada acara khusus. Ini hanya ingin berbagi, mumpung masih suasana Idulfitri dan bertepatan dengan hari pertama masuk,” ungkap Ikhuwan.

Di tengah kesibukan yang perlahan kembali berjalan, semangkuk lontong balap menjadi perekat kebersamaan. Dari sana, semangat baru pun tumbuh—mengawali langkah dengan rasa syukur, kebersamaan, dan energi positif untuk hari-hari ke depan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡