
PWMU.CO – Guru kesenian SMP Muhammadiyah 1 (SMP Muhi) Genteng Banyuwangi, Muhammad Taufik SSn menjadi ketua juri lomba melukis dan mewarnai dalam rangka memperingati Dirgahayu ke-1 Taman Baca Masyarakat (TBM) Al-Djawahir dan menyambut Hari Anak Nasional pada Ahad (20/7/2025) di kawasan kompleks TBM Al-Djawahir, Gambiran, Banyuwangi.
Nama TBM Al-Djawahir diambil dari nama tokoh Muhammadiyah di Kecamatan Gambiran.
“Berawal dari kegemaran membaca, Pak Djawahir memiliki banyak koleksi buku bacaan. Setelah beliau memasuki usia pensiun, buku-bukunya belum tertata rapi. Kemudian saya rapikan untuk ditempatkan di rak-rak agar terlihat rapi. Selang beberapa waktu, muncul gagasan: bagaimana jika buku-buku ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Maka muncullah ide untuk mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM), dan kami beri nama sesuai nama bapak saya, Djawahir,” ujar Dafik Ismail, salah satu putra Pak Djawahir yang memprakarsai sekaligus menjabat sebagai Ketua TBM Al-Djawahir saat ini.
Seiring berjalannya waktu, TBM Al-Djawahir semakin diminati masyarakat sekitar, terutama anak-anak usia SD dan SMP.
“Kami memang menyediakan fasilitas untuk mereka, bahkan ada juga yang dari SMA dan perguruan tinggi yang datang mencari rujukan literatur. Semua fasilitas di sini kami sediakan secara gratis,” imbuh Dafik Ismail.
Dirgahayu TBM Al-Djawahir
Dalam rangka memperingati hari jadi ke-1, TBM Al-Djawahir mengadakan lomba untuk menyalurkan bakat siswa-siswi di bidang seni. Beberapa cabang lomba yang dipertandingkan antara lain baca puisi, bercerita/mendongeng, melukis/mewarnai, dan puitisasi Al-Qur’an. Untuk lomba melukis dan mewarnai diperuntukkan bagi siswa TK/SD, sedangkan lomba bercerita, mendongeng, dan puisi diperuntukkan bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Tampak hadir puluhan siswa jenjang TK/SD yang diantar orang tua mereka dari berbagai kecamatan di Banyuwangi. Peserta datang dari Wongsorejo, Rogojampi, Kesilir, Tegal Delima, Gambiran, dan Genteng.
Tampak kesibukan Muhammad Taufik (Uklek) yang memantau jalannya lomba mewarnai dan melukis. Uklek, guru seni SMP Muhi Genteng, berlatar belakang Sarjana Seni jurusan Seni Lukis, sehingga dipercaya sebagai ketua juri.
Di akhir perlombaan, sebelum membacakan para juara, Uklek menyampaikan pesan, “Kalian semua adalah calon-calon pelukis hebat. Para dewan juri sampai bingung menentukan yang terbaik. Ada beberapa dari kalian yang karyanya keluar dari tema, sehingga nilainya tidak maksimal. Tapi secara umum, semua hasil karya kalian sangat luar biasa,” ujarnya.
Untuk hasil lomba lukis dan mewarnai, dipilih lima juara, mulai dari juara harapan dua hingga juara satu. Tepat pukul 11.30 WIB, serangkaian kegiatan perlombaan selesai dan seluruh peserta membubarkan diri.
Penulis Abdul Muntholib Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments