Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ujian Rasa Panggung: Ratusan Murid SD Muhammadiyah Manyar Tampil Berani dan Tunjukkan Kompetensi

Iklan Landscape Smamda
Ujian Rasa Panggung: Ratusan Murid SD Muhammadiyah Manyar Tampil Berani dan Tunjukkan Kompetensi
Murid SD Muhammadiyah Manyar Tampil Berani dan Tunjukkan Kompetensi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana berbeda tampak di SD Muhammadiyah Manyar selama pelaksanaan Ujian Praktik yang berlangsung pada 13–24 April 2026. Sebanyak 109 murid kelas VI tidak sekadar mengikuti ujian, tetapi menjalani proses pembuktian diri atas kemampuan yang telah mereka pelajari selama enam tahun.

Ujian praktik ini dirancang tidak hanya sebagai alat evaluasi akademik, melainkan juga sebagai sarana mengasah keberanian, kreativitas, serta kesiapan murid dalam menerapkan ilmu secara nyata. Berbagai mata pelajaran diuji secara komprehensif dengan pendekatan praktik langsung.

Kegiatan diawali dengan mata pelajaran Al-Islam. Sebelum ujian dimulai, Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Ustazah Athiq Amiliyah, S.Pd., memberikan motivasi kepada para murid agar tampil percaya diri.

Suasana khidmat terasa saat seluruh peserta mengenakan kartu identitas sebagai simbol kesiapan mengikuti ujian. Secara simbolis, Kiara Nathania Satriady dari kelas 6 Labuan Bajo dan Armand Zayan Arif dari kelas 6 Nusa Penida mewakili teman-temannya dalam pembukaan.

Ketua jenjang kelas VI, Ustazah Nur Asiyah, S.Pd.I, menegaskan bahwa ujian praktik memiliki makna lebih dari sekadar penilaian hasil belajar. “Yang dinilai bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses, keberanian tampil, dan kesungguhan mereka dalam menunjukkan kemampuan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, murid diuji pada berbagai keterampilan. Pada hari pertama, mereka mempraktikkan ibadah Al-Islam, meliputi wudu, tayamum, azan, iqamah, salat, serta membaca dan menulis Al-Qur’an. Selanjutnya, kemampuan Bahasa Inggris diuji melalui aspek membaca, menyimak, menulis, dan berbicara.

Kreativitas murid semakin terlihat pada ujian praktik komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dalam praktik komputer, murid membuat proyek coding menggunakan Scratch, sementara pada mata pelajaran IPA, mereka merancang media pembelajaran dan mempresentasikannya di hadapan penguji.

Keunikan juga tampak dalam ujian Bahasa Jawa dan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Murid membaca dan menulis geguritan, menyanyikan tembang dolanan, serta membuat karya seperti filter air dan produk daur ulang. Sementara di bidang seni, suasana berubah menjadi panggung ekspresi melalui penampilan tari, musik, drama, hingga karya seni rupa seperti anyaman.

SMPM 5 Pucang SBY

Kemampuan literasi diuji dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, mulai dari membaca pidato purnawiyata, menulis puisi, hingga bercerita. Adapun pada ujian PJOK, murid menunjukkan kemampuan fisik melalui berbagai aktivitas, termasuk senam kreasi yang menuntut kekompakan dan inovasi.

Berbagai pengalaman berkesan turut mewarnai pelaksanaan ujian ini. Atikah Zahrah Maulida (Azra) dari kelas 6 Labuan Bajo mengaku paling terkesan saat mengikuti senam kreasi setelah menjalani latihan selama satu bulan. Sementara Fatiyah dari kelas 6 Karimun Jawa merasa momen membaca pidato purnawiyata menjadi pengalaman emosional, meskipun ia sempat menghadapi tantangan dalam penggunaan Bahasa Jawa.

Di sisi lain, Muhammad Avicenna Rahmatullah dari kelas 6 Nusa Penida menilai ujian praktik Al-Islam sebagai yang paling mudah karena telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Sedangkan Davina dari kelas 6 Raja Ampat, yang meraih nilai terbaik Try Out kelas VI se-Kabupaten Gresik, justru mengungkapkan bahwa momen menunggu giliran ujian menjadi pengalaman paling berkesan karena mempererat kebersamaan dengan teman-temannya.

Pelaksanaan ujian praktik ini menegaskan bahwa proses belajar tidak semata-mata berorientasi pada angka, tetapi juga pada keberanian untuk tampil, kemampuan berproses, serta semangat untuk terus berkembang. Dari rasa gugup hingga percaya diri, para murid telah menunjukkan kesiapan mereka melangkah ke jenjang berikutnya.

Ujian ini pun menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh keberanian mencoba, kekuatan kebersamaan, dan ketekunan dalam menghadapi setiap tantangan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 27/04/2026 21:46
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu