Langkah kecil dari barat Banyumas, hari ini menggema sampai ke Jepara. Muhammadiyah di lokasi ini sedang menulis sejarah: dari desa untuk provinsi. Ajibarang, begitu nama desa ini, jadi duta Banyumas di final Cabang Ranting Masjid (CRM) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.
Di halaman SD Muhammadiyah Blimbingrejo, Cabang Nalumsari, nama PCM Ajibarang disebut. Bukan sebagai peserta biasa. Tapi sebagai Duta Muhammadiyah Banyumas di babak final Lomba CRM Unggulan Tingkat Jawa Tengah 2026.
Ajang 8-9 Agustus 2026 yang digagas LPCR PWM Jateng ini menjadi panggung pembuktian. Bahwa gerakan dari desa, bisa bicara di level provinsi.
Tidak banyak. Hanya 11 orang. Tapi 11 orang ini mewakili satu cabang yang bergerak. Ada unsur PCM. Ada Kepala AUM. Ada pejuang AUM. Dari meja pimpinan sampai bengkel SMK. Semua ada dalam satu barisan.
“Alhamdulillah, Ajibarang diberi amanah sebagai duta Banyumas di final CRM Unggulan Jateng. Kami tidak datang mencari tepuk tangan. Kami datang untuk belajar, bersilaturahmi, dan menunjukkan bahwa Muhammadiyah Ajibarang hidup. Hidup di AUM, hidup di sekolah dan madrasah, hidup di panti. Ini kerja kolektif,” kata H. Ichnathan Riva’i, Wakil Ketua PCM Ajibarang.
Ditegaskan Ratwo Ahmad, M.Pd, Wakil Ketua PCM Ajibarang, tentang makna CRM. “CRM ini cambuk bagi kami. Ranting itu akar. Cabang itu batang. Jika akarnya kuat, batangnya akan menjulang tinggi. Makanya kami datang lengkap. Dari pimpinan sampai karyawan. Supaya saat pulang, semangatnya menular ke seluruh unsur.”, ujarnya.
Saat Karya Anak Desa Bicara
Sorak Ajibarang tidak hanya di ruang presentasi. Ia juga terdengar di Expo Produk Unggulan Muhammadiyah se-Jateng milik stand LPCR-PM PDM Banyumas.
Mesin Pencacah Kedelai dari SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang berdiri paling depan. Kokoh. Menandakan bahwa anak desa bisa menciptakan teknologi. Di sebelahnya, ada pelet ikan. Ada Jenang Banyumasan dan Mendoan Tempe dari tim Mahadia. Ada Melon Golden Aroma dari Masjid Sabilul Muttaqin PRM Pecikalan, Cabang Wangon.
Dan jangan lupakan 8 produk UMKM PRA Singasari Karanglewas. Ada Kripik Jaher, Ampyang Ketan, Legendar, Kripik Busil Tales, Krupuk Bantal Manglengsari Pedas, Bumbu Pecel, hingga Biang Jahe_ Karya ibu-ibu yang membuktikan ekonomi warga Muhammadiyah terus tumbuh.
Budi Krisnandi, S.Pd, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Ajibarang, berdiri di depan mesin karyanya.
“Ini bukan hanya pameran. Ini bukti. Bukti bahwa anak-anak Ajibarang bisa. Mesin ini lahir dari praktik siswa dan bimbingan guru. Kami hadir di expo LPCRPM PDM Banyumas untuk menunjukkan satu hal: SMK Muda siap jadi lokomotif ekonomi umat. Semoga karya sederhana ini jadi jalan dakwah yang luas,” ujarnya mantap.

Welas Rarasati, M.Pd, Kepala MI Muhammadiyah Ajibarang (Mahadia), menyaksikan semua itu dengan mata berkaca.
“Subhanallah. Ini pemandangan yang menguatkan. Muhammadiyah se-Jawa Tengah bergerak, berlari, dan saling mengangkat. Bagi Mahadia, ini dakwah berkemajuan. Dakwah yang mengajak, merangkul, mencerahkan. Dan pesan paling penting: kita tidak berjalan sendiri. Ada Muhammadiyah. Dari desa hingga provinsi. Dari kelas hingga panggung Jateng,” tuturnya.
CRM Award Jateng 2026 mempertemukan 35 PDM. 10 cabang unggulan, 9 ranting unggulan, 6 masjid unggulan, dan 50 stand expo berjuang memperebutkan predikat Duta Jateng ke Nasional. Tapi bagi Ajibarang, piala bukan satu-satunya tujuan.
Yang lebih penting adalah pesan: dari desa, Muhammadiyah bisa terus bergerak. Bergerak mencerdaskan. Bergerak memberdayakan. Bergerak mencerahkan.
Dengan semangat “Dari Desa untuk Jawa Tengah: Terus Bergerak!”, kontingen PCM Ajibarang berharap pulang membawa semangat baru untuk Banyumas Barat.
Karena dakwah tidak butuh panggung megah. Dakwah butuh orang yang mau bergerak, bersama-sama.





0 Tanggapan
Empty Comments