Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pengajian Rutin PRM Sambiroto Bahas Kaderisasi dan Sosialisasi e-KTAM

Iklan Landscape Smamda
Pengajian Rutin PRM Sambiroto Bahas Kaderisasi dan Sosialisasi e-KTAM
Pengajian rutin PRM Sambiroto Sambikerep di kediaman Bapak Gatot Santoso yang berlangsung Ahad (20/9/2026). (Hamdani/PWMU.CO).
pwmu.co -

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sambiroto, Sambikerep, Surabaya terus menggerakkan Persyarikatan melalui pengajian rutin.

Kegiatan yang berlangsung Ahad (20/9/2026) di kediaman Bapak Gatot Santoso ini diisi dengan kajian keislaman, kaderisasi generasi muda, sekaligus sosialisasi Sistem Direktori Organisasi Muhammadiyah dan e-KTAM.

Pengajian menghadirkan Ustadz Munahar SHI MPd sebagai pemateri. Tema yang diangkat adalah “Menggerakkan Ranting sebagai Ujung Tombak Persyarikatan dan Mengkader Generasi Muda untuk Cinta Masjid dan Penggerak Persyarikatan”.

Kisah KRH Hadjid

Dalam penyampaian materi, Ustadz Munahar mengawali dengan kisah KRH Hadjid. Ia merurpakan salah satu murid langsung KH Ahmad Dahlan yang dikenal rajin mencatat materi-materi yang disampaikan pendiri Muhammadiyah tersebut.

“KRH Hadjid sebagai murid langsung dari Kyai Ahmad Dahlan dan yang paling muda. Beliau rutin mencatat materi yang diajarkan oleh Kyai Ahmad Dahlan, sehingga tulisan-tulisan beliau berhasil disusun menjadi sebuah buku yang berjudul Pelajaran KHA Dahlan” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bagaimana KH Ahmad Dahlan memberikan perhatian besar terhadap pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an.

Salah satunya ketika membahas Surat al-Ashr yang dipelajari dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa memahami Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca dan mengetahui maknanya. Pemahaman harus dilanjutkan dengan pengamalan dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Semangat tersebut menjadi relevan dengan keberadaan ranting sebagai ujung tombak Persyarikatan. Pengajian tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman keagamaan.

Tetapi juga menjadi sarana membangun jamaah, kaderisasi, serta menggerakkan warga Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, kaderisasi generasi muda menjadi salah satu perhatian dalam pengajian.

Generasi muda diharapkan tidak hanya dekat dengan masjid sebagai tempat ibadah, tetapi juga tumbuh menjadi kader yang memiliki kepedulian dan kemauan untuk menggerakkan Persyarikatan.

SMPM 5 Pucang SBY

Proses Digitalisasi Muhammadiyah

Usai kajian, pengajian rutin PRM Sambiroto juga dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi Sistem Direktori Organisasi Muhammadiyah dan e-KTAM kepada pengurus serta anggota.

Anang Dony Irawan menjelaskan, sosialisasi tersebut penting sebagai bagian dari proses digitalisasi Muhammadiyah.

“Hal ini penting sebagai proses digitalisasi pemberlakuan sistem SatuMu yang telah diinstruksikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah” jelasnya.

Menurutnya, PRM Sambiroto perlu memastikan seluruh pengurus dan anggota memahami tahapan pembuatan e-KTAM.

Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari kepatuhan terhadap kebijakan organisasi dan upaya membangun tata kelola Persyarikatan yang semakin tertib.

“Apalagi hal ini sudah ditargetkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk masing-masing tingkat Pimpinan Muhammadiyah telah selesai melakukan migrasi ke e-KTAM sebelum pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah tahun 2027 di Medan, Sumatera Utara” lanjutnya.

Dengan demikian, pengajian rutin PRM Sambiroto tidak hanya menjadi forum penguatan pemahaman keislaman. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi organisasi, kaderisasi generasi muda, serta penguatan tata kelola Persyarikatan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Semangat menghidupkan ranting melalui pengajian dan kaderisasi diharapkan terus berjalan beriringan dengan pembenahan administrasi serta digitalisasi organisasi.

Dengan begitu, ranting benar-benar dapat menjadi ujung tombak dakwah dan gerakan Persyarikatan di tengah masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 21/09/2026 20:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu