Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Peserta Magang BCKS Kota Probolinggo Belajar Kepemimpinan di SMP Muhammadiyah 8 Batu

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Peserta Magang BCKS Kota Probolinggo Belajar Kepemimpinan di SMP Muhammadiyah 8 Batu
Foto bersama peserta BCKS Probolinggo dengan Kasek SMPM 8 Batu. Foto: Khoen Eka
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Balai Besar Guru Penggerak (BBGTK) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo menyelenggarakan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2026 pada 13–22 Oktober 2026. Program yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 ini bertujuan menyiapkan calon pemimpin sekolah yang profesional, berintegritas, dan berwawasan luas.

Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan tersebut, Kelompok 4 Kelas Probolinggo 2 melaksanakan pemagangan di SMP Muhammadiyah 8 Batu (Mudeba) sebagai sekolah mentor. Kelompok ini terdiri atas enam peserta BCKS, yaitu Zakial Irfan, Cahyono Basuki, Rini Agustyowati, Djono Paringadi, Muhammad Holili, dan Henny Purwati. Selama kegiatan, mereka mendapat pendampingan dari Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizkiyana, S.Pd., M.Pd., selaku kepala sekolah mentor.

Pemagangan berlangsung selama lima hari, yakni pada 15–16 dan 19–21 Oktober 2026. Para peserta mendalami praktik kepemimpinan pendidikan melalui enam metode pembelajaran interaktif, yaitu shadowing (mengikuti dan mengamati langsung aktivitas pemimpin), diskusi, simulasi, observasi, studi kasus, dan refleksi.

Pada hari pertama, Kamis (15/10/2026), peserta mempelajari aspek kepribadian dan kewirausahaan dalam kepemimpinan sekolah. Kegiatan meliputi pemaparan materi, rapat koordinasi, dan diskusi interaktif.

Pada Jumat (16/10/2026), pembelajaran berfokus pada pengelolaan sekolah jilid I, yang mencakup visi sekolah dan perencanaan berbasis data. Peserta menganalisis Rapor Pendidikan, mengikuti kegiatan shadowing dalam rapat tim kesiswaan, serta mewawancarai guru dan tenaga kependidikan (GTK).

Kegiatan berlanjut pada Senin (19/10/2026) dengan materi pengelolaan sekolah jilid II. Peserta mempelajari pengelolaan sumber daya, pemantauan, dan evaluasi, termasuk tata kelola keuangan, pengelolaan sarana dan prasarana, serta pemantauan lingkungan sekolah.

Selanjutnya, pada Selasa (20/10/2026), peserta mendalami supervisi akademik, termasuk melalui simulasi pemanfaatan teknologi digital dengan Aplikasi Supervisi Akademik (ASA). Adapun pada Rabu (21/10/2026), kegiatan diarahkan pada pengembangan GTK dan pembangunan jejaring pendidikan.

Supervisi Akademik Berbasis Digital Jadi Inspirasi

Selama pemagangan, para peserta berkesempatan mengamati secara langsung praktik kepemimpinan dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sekolah. Salah satu hal yang menarik perhatian mereka ialah penerapan supervisi akademik berbasis aplikasi di SMP Muhammadiyah 8 Batu.

Cahyono Basuki, salah satu peserta BCKS, mengaku mendapatkan inspirasi dari sistem supervisi akademik yang diterapkan di Mudeba.

“Saya terinspirasi pada saat kepala sekolah melakukan supervisi akademik. Pendokumentasian supervisi akademik berbasis aplikasi dapat memetakan kompetensi guru secara akurat untuk merumuskan rekomendasi peningkatan kompetensi,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Djono Paringadi, S.Pd., M.Pd. Ia menilai pelaksanaan supervisi akademik (SUPAK) di Mudeba berlangsung secara sistematis, mulai dari tahap prabobservasi, observasi, hingga pascaobservasi.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Yang sangat menginspirasi adalah penggunaan aplikasi M8-EduConnect, Aplikasi Supervisi Akademik (ASA), sebagai pendukung utama kegiatan ini sehingga seluruh proses terdokumentasi dengan baik,” jelas Djono.

Menurutnya, pemanfaatan aplikasi tersebut mendukung proses supervisi yang lebih terstruktur dan memudahkan pendokumentasian setiap tahap kegiatan.

Kepala Sekolah Harus Mendorong Sekolah Lain Bertumbuh

Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizkiyana, S.Pd., M.Pd., selaku kepala sekolah mentor, turut berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada para peserta mengenai hakikat kepemimpinan sekolah.

Ia menekankan tiga pilar penting yang perlu dikembangkan oleh seorang kepala sekolah. Pertama, mengembangkan GTK melalui pendampingan berkelanjutan dan penumbuhan budaya belajar. Kedua, membangun sistem yang kokoh agar keberlanjutan perubahan sekolah tidak bergantung pada satu individu. Ketiga, memperluas jejaring kolaborasi yang saling memberikan manfaat.

“Kepala sekolah yang bertumbuh akan menggerakkan guru yang bertumbuh. Guru yang bertumbuh akan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi murid, dan sekolah yang mau berkolaborasi memiliki peluang lebih besar untuk terus berkembang,” tutur Windra.

Ia juga mengingatkan para peserta agar kepemimpinan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan mengelola sekolah sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sekolah lain.

“Jangan hanya menjadi kepala sekolah yang hebat mengelola sekolahnya sendiri. Jadilah kepala sekolah yang membuat orang lain bertumbuh dan sekolah lain ikut maju,” pesannya.

Melalui kegiatan pemagangan ini, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai praktik kepemimpinan pendidikan, pengelolaan sekolah berbasis data, supervisi akademik, serta pengembangan jejaring kolaborasi.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta BCKS Kota Probolinggo dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan kompetensi guru, mengembangkan budaya belajar, dan meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 22/10/2026 20:49
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu