Matahari belum sepenuhnya naik. Namun halaman Masjid At-Taqwa Batu sudah sesak oleh langkah kaki. Minggu (20/9/2026) pagi itu bukan subuh biasa.
Ada magnet luar biasa yang menarik ratusan warga Muhammadiyah dari seluruh penjuru Kota Batu. Ia datang dari Sekretaris PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu’ti MEd yang hadir di tengah mereka.
Sejak azan Subuh berkumandang, jamaah telah memadati saf. Masyarakat umum, pimpinan daerah hingga ranting, ortom, bapak-ibu guru, bahkan siswa-siswi turut hadir.
Sholat Subuh berjamaah dipimpin Ustaz Baharudin Sya’ban, kemudian dilanjutkan tausiyah kajian bada subuh oleh Pak Sulthon dari PP Muhammadiyah. Sebuah pembuka yang khidmat, menandakan bahwa pagi ini akan menjadi pagi yang istimewa.
800 Jamaah, Satu Tarikan Napas
Begitu Prof Mu’ti memasuki masjid, suasana berubah. Antusiasme warga Muhammadiyah Kota Batu luar biasa. Mereka datang bukan sekadar untuk melihat, tetapi untuk mendengar langsung tausiyah dan petuah dari orang nomor dua di Muhammadiyah.
Tidak kurang dari 800 jamaah memenuhi Masjid At-Taqwa. Mereka duduk rapat, khidmat, tanpa beranjak dari tempat. Satu jam berlalu begitu cepat. Terlalu cepat.
Di hadapan jamaah, Prof Mu’ti menyampaikan penguatan keilmuan yang sangat relevan dengan zaman: bagaimana bijak berdigital di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI).
Pesannya mengena, tidak menggurui, namun menyadarkan. Jamaah menyimak dengan mata yang berbinar, sesekali mengangguk, sesekali mencatat.
“Satu jam rasanya tak cukup,” ujar seorang jamaah dengan mata berkaca. Kalimat itu mewakili perasaan hampir semua orang di masjid. Kajian yang sarat makna, penuh kehangatan, dan menyentuh hati.
Menyapa Anak-Anak Hebat di Perguruan Muhammadiyah Welirang
Usai sarapan bersama rombongan staf ahli, Walikota, Wakil Walikota, dan para undangan, agenda bergeser ke Perguruan Muhammadiyah Welirang. Di sana, Prof. Mu’ti disambut oleh anak-anak hebat: siswa-siswi SD dan SMP Muhammadiyah.
Senyum hangat Pak Mu’ti, sapaan akrabnya semakin lebar. Beliau meninjau langsung implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang selama ini menjadi ruh pembinaan karakter di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Ia berdialog, menggali potensi anak-anak, dan menyapa mereka satu per satu.
Momen paling membahagiakan adalah peresmian revitalisasi bangunan di tiga lokasi: TK ABA 02, SMP Muhammadiyah 8 Batu, dan SMK Muhammadiyah Batu.
Revitalisasi ini bukan sekadar fisik, tetapi investasi masa depan, menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi berakhlak dan berkarakter.
“Alhamdulillah, antusiasme siswa, guru, dan seluruh undangan luar biasa. Mereka begitu bahagia bisa bertemu langsung dengan Pak Mu’ti” ungkap salah satu guru dengan mata berbinar.
Dialog Hangat bersama LPCRPM PWM dan PWA Jatim
Sebelum beranjak dari Kota Batu, Abdul Mu’ti menyempatkan hadir dalam acara LPCRPM PWM Jawa Timur bersama PWA Jawa Timur untuk wilayah kerja (wilker) Malang Raya.
Suasana haru dan bahagia menyelimuti ruangan. Satu per satu peserta berdialog, bertukar pikiran, dan menyerap nasihat dari tokoh yang dikenal sederhana namun sarat gagasan ini.
Pertemuan itu bukan sekadar formalitas. Ia menjadi bukti bahwa Muhammadiyah adalah rumah besar yang dirindukan kehadirannya oleh seluruh jajaran, dari pimpinan hingga kader akar rumput.
Kota Batu, Pagi yang Menginspirasi
Dari Subuh hingga tengah hari, Kota Batu menyaksikan bagaimana seorang tokoh nasional hadir bukan sebagai pejabat, tetapi sebagai keluarga.
Prof. Abdul Mu’ti datang membawa ilmu, menebar semangat, dan menyapa anak-anak Muhammadiyah dengan penuh kasih.
Hari itu, 800 jamaah pulang dengan hati yang penuh. Bukan hanya karena bertemu orang nomor dua di Muhammadiyah.
Namun sebab merasakan bahwa Muhammadiyah benar-benar hadir, bertumbuh, dan mengakar, dari Masjid At-Taqwa hingga ruang kelas Mudeba, dari pimpinan pusat hingga kader paling muda.





0 Tanggapan
Empty Comments