Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya Raih Bronze Medal di ME Award 2026

Iklan Landscape Smamda
Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya Raih Bronze Medal di ME Award 2026
Sebelah kiri: Diva Adesya, peserta lomba inobel tingkat guru; tengah: Erik Ilham Waka kesiswaan sebagai pendamping lomba, dan kanan: M. Agus Zaki Fanani, kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Surabaya yang mendapat Bronze Medalist. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Prestasi membanggakan diraih SD Muhammadiyah 2 Surabaya dalam ajang Muhammadiyah Education Award (ME Award) 2026 yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026).

Pembukaan ME Award 2026 berlangsung di Dome UMM. Ajang tersebut mempertemukan ratusan satuan pendidikan Muhammadiyah se-Jawa Timur dalam berbagai kategori kompetisi.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, dan pendidik Diva Adesya turut berkompetisi. Muhammad Agus Zaki Fanani mengikuti kategori Kepala Sekolah Berprestasi, sedangkan Diva Adesya mengikuti kategori Guru Berprestasi.

Usung Empat Pilar Pembelajaran, Raih Juara 3

Muhammad Agus Zaki Fanani berhasil meraih Juara 3 dan Bronze Medalist dalam kategori Kepala Sekolah Berprestasi.

Ia mengusung karya inovatif berjudul “Sintesis 4 Pilar Berkemajuan: Pembelajaran Rumpun Berbasis Kelas di Mall, Griya Disabilitas, Kelas Olahraga, dan Ekonomi Kreatif SD Muda, Guna Mewujudkan Sekolah Berdaya Saing.”

Karya tersebut mengangkat empat pilar pembelajaran yang dikembangkan SD Muhammadiyah 2 Surabaya, yakni pembelajaran berbasis kelas di mall, griya disabilitas, kelas olahraga, dan ekonomi kreatif.

Kompetisi Kepala Sekolah Berprestasi mengusung tema “Mewujudkan Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah yang Tangguh, Berkarakter, Cerdas, dan Inovatif.” Tema tersebut sejalan dengan tema besar ME Award 2026, “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader.”

Ajang ini menjadi ruang untuk menguji kompetensi, memacu kreativitas, sekaligus membangun budaya mutu dan jiwa kepemimpinan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Agus: Prestasi Hasil Kolaborasi

Muhammad Agus Zaki Fanani menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah pencapaian pribadi. Menurutnya, prestasi itu lahir dari kerja sama seluruh warga sekolah.

“Medali ini bukan milik saya seorang, melainkan buah kerja sama, kesungguhan guru, tenaga kependidikan, dukungan wali murid, dan semangat seluruh siswa SD Muhammadiyah 2 Surabaya,” ujarnya setelah menerima penghargaan.

Ia menjelaskan, empat pilar yang diangkat dalam karyanya merupakan upaya menghadirkan pembelajaran yang nyata, inklusif, aktif, dan memberikan manfaat bagi kehidupan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Empat pilar yang saya angkat adalah bukti bahwa kita bisa menciptakan pembelajaran yang nyata, inklusif, aktif, dan bermanfaat dalam kehidupan,” tambahnya.

Agus berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Surabaya untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran.

“Semoga penghargaan ini menjadi dorongan agar kami terus berinovasi, tangguh menghadapi tantangan, mempertahankan karakter Islami, cerdas dalam mengembangkan program, dan inovatif dalam melahirkan pembelajaran bermutu,” tuturnya.

Diva Adesya Turut Berkompetisi

Selain kepala sekolah, pendidik SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Diva Adesya, turut berkompetisi dalam kategori Guru Berprestasi.

Meskipun belum berhasil meraih juara, keikutsertaan Diva menjadi bagian penting dari partisipasi SD Muhammadiyah 2 Surabaya dalam ME Award 2026. Hal tersebut menunjukkan komitmen sekolah dalam mendorong para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Setiap kesempatan berkompetisi adalah ruang untuk belajar dan berkembang. Kami ingin menjadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas,” ujar perwakilan sekolah.

ME Award 2026 menjadi wadah apresiasi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa Muhammadiyah. Ajang tersebut sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan saling menguatkan.

Capaian Muhammad Agus Zaki Fanani diharapkan menjadi pemantik semangat seluruh keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Surabaya untuk terus melangkah maju.

Sekolah berkomitmen menyebarluaskan manfaat inovasi pembelajaran, menjadikan keunggulan sebagai kebiasaan, serta melahirkan prestasi-prestasi berikutnya demi mewujudkan pendidikan berkualitas yang diridhai Allah SWT.

“Kami akan terus menyempurnakan setiap program agar sekolah semakin berdaya saing dan mampu melahirkan generasi pelopor masa depan yang berilmu, beradab, dan berguna bagi bangsa serta persyarikatan,” pungkas Agus. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 08/08/2026 22:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu