Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) Kelompok 15 menggelar aksi penanaman mangrove bertajuk “Aksi Hijau Pesisir untuk Bumi” di pesisir Dusun Genting, Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendorong upaya mitigasi bencana di kawasan pantai.
Penanaman mangrove melibatkan mahasiswa KKN Kelompok 15 bersama masyarakat Desa Tunggul. Sejumlah unsur masyarakat turut hadir, di antaranya Kepala Dusun Genting Abas, Bhabinkamtibmas Desa Tunggul Zaini, Ketua Fatayat NU Ranting Tunggul, Ketua Ranting Nasyiatul Aisyiyah, serta para ketua RT di wilayah Desa Tunggul.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Dorong Kepedulian terhadap Lingkungan
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Kelompok 15 Desa Tunggul, A.F. Suryaning Ati MZ, M.Pd., mengatakan kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan dan mencintai lingkungan sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menghadirkan program sosial, tetapi juga kegiatan yang memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan.
Sementara itu, Kepala Desa Tunggul, Drs. H. Moh. Yasin, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN Umla. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan mahasiswa memberikan manfaat sekaligus menghadirkan warna baru bagi masyarakat.
“Kami merasa senang dengan hadirnya mahasiswa KKN dari Umla yang membawa banyak manfaat. Banyak kegiatan yang dilakukan di Desa Tunggul dan memberikan warna baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjalin selama pelaksanaan KKN. Program-program yang dilakukan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mangrove untuk Mitigasi Bencana
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 15 Desa Tunggul menjelaskan, penanaman mangrove memiliki tujuan utama untuk mendukung mitigasi bencana sekaligus menjaga kelestarian alam.
Menurutnya, kawasan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, penanaman dan pemeliharaan mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya mitigasi bencana sekaligus melestarikan alam. Kami berharap penanaman mangrove ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat dirawat dan dijaga bersama sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Mangrove memiliki berbagai fungsi ekologis bagi kawasan pesisir. Selain membantu mengurangi dampak gelombang dan abrasi, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota serta mendukung keseimbangan ekosistem pesisir.
Karena itu, penanaman mangrove di Dusun Genting diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian dan kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui “Aksi Hijau Pesisir untuk Bumi”, KKN Umla Kelompok 15 menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan.
Kolaborasi mahasiswa dengan pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan warga diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan bersama untuk menciptakan kawasan pesisir yang lebih lestari, tangguh menghadapi risiko bencana, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments