SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), Sidoarjo, menggelar seleksi International Kangaroo Science Contest (IKSC) 2026, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa kelas II hingga VI sebagai upaya mengenali potensi sains sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis sejak dini.
Seleksi berlangsung pukul 08.00–09.30 WIB di ruang kelas masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa mendapat kesempatan menguji kemampuan, mengasah penalaran, dan menunjukkan potensi mereka dalam bidang sains.
Jaring Potensi Sejak Dini
Seleksi IKSC tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang telah memiliki prestasi akademik. Seluruh siswa kelas II hingga VI dilibatkan agar sekolah dapat mengenali kemampuan setiap anak dan memberikan kesempatan yang sama untuk berkembang.
Dalam seleksi tersebut, siswa mengerjakan berbagai persoalan yang membutuhkan ketelitian, pemahaman konsep, serta kemampuan bernalar. Mereka tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga dituntut menghubungkan informasi dan menerapkan konsep untuk menemukan jawaban secara logis.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Mumtaz, Rizky Johan Prasetyo, M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri siswa dalam mengikuti kompetisi.
“Melalui seleksi IKSC ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berani mencoba dan menunjukkan kemampuannya. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menemukan bibit-bibit unggul di bidang sains yang nantinya dapat kami bina untuk mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh siswa yang lolos seleksi. Keberanian mencoba dan kesiapan menghadapi tantangan juga menjadi bagian penting dalam membentuk mental juara.
Siswa Boarding Tahfidz Tetap Terfasilitasi
Pelaksanaan seleksi juga memperhatikan siswa yang mengikuti kegiatan Boarding Tahfidz pada hari yang sama. Untuk memberikan kesempatan yang sama, sekolah menyediakan sesi khusus pukul 14.00 WIB di ruang kelas yang telah ditentukan.
Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan agar siswa tetap dapat mengikuti kedua kegiatan tanpa kehilangan kesempatan mengembangkan kemampuan akademiknya. Koordinasi dengan wali kelas II hingga VI juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib.
Persiapkan Prestasi Berwawasan Global
Melalui seleksi IKSC 2026, SD Mumtaz berharap dapat memetakan kemampuan siswa sebagai dasar penyusunan program pembinaan selanjutnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya berprestasi dan menghadirkan pendidikan berwawasan global.
Rizky Johan berharap siswa SD Mumtaz tidak hanya menjadi penonton dalam kompetisi internasional, tetapi berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dari ruang kelas, sekolah berupaya menumbuhkan calon-calon saintis muda yang memiliki rasa ingin tahu, ketekunan, kejujuran, dan kepercayaan diri untuk terus berkembang serta meraih prestasi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments