Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mahasiswa UMS Juara 1 Poster, Ungkap Kebiasaan Pakai HP saat Berkendara

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mahasiswa UMS Juara 1 Poster, Ungkap Kebiasaan Pakai HP saat Berkendara
Dok: Alvian Rizki Prasetya
pwmu.co -

Mengetahui risiko penggunaan ponsel saat berkendara ternyata belum tentu membuat seseorang menghentikan kebiasaan tersebut. Survei tim Veloce Cube dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terhadap 143 mahasiswa Fakultas Teknik menemukan, 78,6 persen responden yang mengetahui larangan penggunaan ponsel saat berkendara masih menggunakan ponsel atau earphone di jalan.

Temuan itu mengantarkan tim yang terdiri atas Eva Hana Safitri, Khafidho Takhassunan, dan Muhammad Abiyyu Setyobudi meraih juara 1 lomba poster ilmiah Piala Wali Kota dalam AI&ME Solo Road Safety Festival 2026. Kompetisi tersebut berlangsung di SMP Khusus Olahraga Surakarta pada 10 Oktober 2026.

Ketiganya merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMS. Mereka mengangkat penelitian berjudul “Kebiasaan Penggunaan Mobilephone saat Berkendara di Kalangan Mahasiswa: Faktor Distraksi dan Potensinya terhadap Kecelakaan Lalu Lintas”.

Penelitian itu menyoroti kesenjangan antara pengetahuan mahasiswa mengenai risiko berkendara dan kebiasaan menggunakan ponsel ketika berada di jalan.

Muhammad Abiyyu Setyobudi menjelaskan, topik tersebut dipilih karena dekat dengan kehidupan mahasiswa. Penggunaan ponsel saat berkendara, berdasarkan hasil survei timnya, tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan mendesak, tetapi juga aktivitas sehari-hari seperti membuka navigasi dan mendengarkan musik.

“Kami ingin melihat kebiasaan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa sendiri. Ternyata, penggunaan HP saat berkendara bukan hanya soal kebutuhan mendesak. Ada yang menggunakannya untuk membuka maps atau sekadar mendengarkan musik,” ujar Abiyyu, Selasa (13/10/2026).

Hasil survei menunjukkan, 56,6 persen responden menggunakan ponsel untuk mengakses peta, sedangkan 44,1 persen memakainya untuk mendengarkan musik.

Selain itu, 66,4 persen responden mengaku kewaspadaannya berkurang ketika menggunakan ponsel atau earphone saat berkendara. Sebanyak 47,6 persen lainnya menyatakan pernah mengalami kejadian nyaris celaka, seperti terlambat mengerem atau kendaraan oleng.

Temuan tersebut menggambarkan berbagai bentuk distraksi yang dialami responden. Penggunaan ponsel untuk navigasi maupun hiburan menjadi bagian dari kebiasaan yang diteliti tim Veloce Cube dalam kaitannya dengan keselamatan berkendara.

Tim Veloce Cube juga membandingkan tingkat kesadaran dan perilaku responden melalui penghitungan indeks. Hasilnya, indeks kesadaran mencapai 72 dari 100, sedangkan indeks perilaku hanya 43 dari 100.

Selisih tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan mengenai risiko penggunaan ponsel saat berkendara dan penerapannya dalam perilaku sehari-hari.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Abiyyu menilai, temuan itu menjadi perhatian karena responden pada dasarnya telah mengetahui risikonya, tetapi pengetahuan tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan kebiasaan.

“Temuan yang menjadi perhatian kami adalah mahasiswa sebenarnya sudah mengetahui risikonya, tetapi perilakunya belum berubah. Artinya, persoalannya bukan sekadar kurangnya pengetahuan, melainkan bagaimana kesadaran itu diterapkan saat berkendara,” kata Abiyyu.

Tim menegaskan bahwa angka indeks tersebut merupakan hasil pengolahan jawaban responden, bukan pengukuran langsung terhadap jumlah atau tingkat kecelakaan lalu lintas.

Setelah meraih juara 1, tim Veloce Cube berencana memperluas edukasi keselamatan berkendara melalui media sosial. Mereka juga mengajak mahasiswa menerapkan tiga langkah sederhana untuk mengurangi distraksi selama perjalanan.

Langkah tersebut meliputi mengatur navigasi sebelum berangkat, mengaktifkan mode hening, dan menyimpan ponsel di dalam tas selama berkendara.

Upaya edukasi itu diharapkan dapat membantu mahasiswa menerapkan pengetahuan mengenai keselamatan ke dalam kebiasaan sehari-hari, terutama ketika berada di jalan.

Pencapaian tim ini juga tidak terlepas dari pendampingan dosen pembimbing, Ir. Nurul Hidayati, S.T., M.Sc., Ph.D., yang memberikan arahan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

Prestasi tersebut menambah capaian mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UMS. Di sisi lain, penelitian yang mereka angkat menyoroti pentingnya keselamatan berkendara sebagai persoalan yang tidak cukup ditangani melalui pengetahuan semata, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku. (*)

Revisi Oleh:
  • Satria - 14/10/2026 20:31
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu