Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand menjalin sinergi dengan Halal Science Center (HSC) Chulalongkorn University dalam upaya memperluas kerja sama riset, pendidikan, dan inovasi halal.
Pertemuan yang digelar di Bangkok itu tidak hanya membuka peluang kolaborasi akademik, tetapi juga meneguhkan peran Muhammadiyah sebagai jembatan diplomasi ilmu, budaya, dan kemanusiaan di kawasan ASEAN.
Dalam diskusi tersebut, Ketua PCIM Thailand, Andi Subhan Husain menekankan peran penting PCIM Thailand sebagai organisasi diaspora yang menjembatani kolaborasi akademi, budaya, dan kemanusiaan antara Thailand dan Indonesia.
Yang mana hal tersebut juga merupakan satu cerminan dari komitmen dan semangat Islam berkemajuan Muhammadiyah di lingkup global.
“Saya sangat mengapresiasi kesempatan ini untuk berinteraksi langsung dengan lembaga halal terkemuka di Thailand. Dalam hal ini, kami siap untuk senantiasa menjadi jembatan dan memfasilitasi kunjungan pendidikan, program mobilisasi mahasiswa, dan kemitraan akademik yang melibatkan universitas-universitas di Indonesia khususnya yang ada di bawah Muhammadiyah dengan institusi akademik Thailand,” jelas Andi pada pertemuan yang di gelar di kota Bangkok, Thailand pada Rabu (29/9/2025).
Kunjungan PCIM Thailand tersebut turut disambut baik oleh Dr. Winai Dahlan, Pendiri sekaligus penasihat Direktur Hal Science Center. Ia turut memberikan refleksinya tentang persahabatan dan relasi akademis yang telah terjalin begitu panjang antar kedua negara (Indonesia dan Thailand).
“Meskipun Muhammadiyah di Indonesia dan Yayasan Muhammadiyah di Thailand tidak memiliki hubungan secara struktural, mereka telah lama memiliki hubungan emosional dan historis yang hangat yang didasarkan pada visi yang sama untuk memajukan pendidikan, pelayanan sosial, dan pencerahan Islam di dunia,” ucapnya.
Semangat dan ikatan kebersamaan tersebutlah yang pada akhirnya memicu perkembangan Muhammadiyah di Thailand. Winai Dahlan yang merupakan keturunan langsung dari pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, turut menegaskan komitmen HSC untuk melanjutkan komunikasi dan menjajaki pembentukan kerangka kerja kolaboratif di masa depan.
“Kemitraan ini diharapkan akan dapat terus berkontribusi pada penguatan ilmu pengetahuan halal, inovasi etis, dan pemberdayaan komunitas muslim di seluruh ASEAN,” imbuh Winai.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Penelitian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, Dedi Cahyadi Irianto, yang juga berperan sebagai penasihat PCIM Thailand.
Kehadiran KBRI memberikan dimensi diplomatik yang kuat dalam mempererat kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan komunitas Muslim kedua negara.
Kolaborasi antara PCIM Thailand dan Halal Science Center diharapkan dapat menjadi katalisator pengembangan ilmu halal berbasis pengetahuan dan tanggung jawab sosial yang berdampak luas, baik bagi kedua negara (Indonesia dan Thailand), maupun komunitas Muslim di Asia Tenggara secara umum. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments